Media Asuransi, JAKARTA – Perusahaan jasa kurir J&T Express menyiapkan sejumlah langkah operasional untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengiriman paket selama Ramadan 2026.
Persiapan ini dilakukan menyusul tren peningkatan volume kiriman pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2025, perusahaan mencatat kenaikan volume pengiriman lebih dari 40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Mengutip keterangan resminya, Kamis, 19 Februari 2026, CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas belanja daring masyarakat yang berdampak langsung terhadap kebutuhan layanan logistik.
“Tak hanya peningkatan pengiriman, Ramadan tahun ini juga dibarengi dengan potensi cuaca ekstrem yang membuat operasional pengiriman menjadi lebih menantang. Meskipun demikian, kami optimistis dapat tetap memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi yang adaptif dan teknologi terintegrasi yang kami miliki,” ujar Robin.
|Baca juga: Purbaya Kritik Bank Syariah Lebih Mahal, Begini Respons Wakil Rektor Paramadina!
|Baca juga: Bos APARI Beberkan Tantangan Pemenuhan Modal Usai POJK 24/2023 Terbit
|Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$431,7 Miliar di Triwulan IV/2025
Untuk menghadapi potensi lonjakan, perusahaan menambah kapasitas operasional melalui perekrutan pekerja musiman, penambahan shift malam, serta optimalisasi mesin sortir di gateway dan pusat sortir. Selain itu, frekuensi pengiriman antarkota dan provinsi ditingkatkan dengan memanfaatkan moda transportasi darat dan udara.
Perusahaan juga mengandalkan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan untuk memantau alur distribusi secara real-time. Koordinasi dengan tim lapangan disebut diperkuat guna mengantisipasi hambatan operasional, termasuk risiko cuaca ekstrem.
Seluruh outlet Drop Point dan Mini Drop Point dipastikan tetap beroperasi setiap hari selama Ramadan guna menjaga akses layanan bagi pelanggan. Sebagai informasi, berdasarkan survei Jakpat, sekitar 70 persen responden menyatakan akan meningkatkan pengeluaran selama Ramadan dibandingkan dengan bulan lainnya.
Sementara survei Populix menunjukkan 78 persen responden berencana membeli produk fesyen pada periode tersebut. Data internal perusahaan pada Ramadan 2025 juga mencatat produk fesyen sebagai salah satu kategori dengan volume pengiriman tertinggi.
Mengacu pada tren tersebut, perusahaan memperkirakan volume pengiriman selama Ramadan 2026 berpotensi melampaui rata-rata pengiriman harian pada periode normal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
