1
1

Terpilih Kembali Jadi Ketua AAUI, Begini Arah Kebijakan Budi Herawan di Periode 2026-2030

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menegaskan arah kepemimpinannya pada periode 2026–2030 akan berfokus pada penyelesaian transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) serta adaptasi industri terhadap dinamika global yang semakin kompleks.

Usai kembali terpilih, Budi menjelaskan, secara garis besar tidak ada perubahan drastis dalam arah kebijakan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun, pada periode keduanya ini, ia menekankan pentingnya menuntaskan agenda reformasi yang telah dimulai.

“Kita melanjutkan ya (dari periode sebelumnya), dan yang pasti transformasi reformasi SDM harus sampai tuntas,” ujar Budi, kepada awak media, Kamis, 2 April 2026.

|Baca juga: Visa: Kepercayaan Konsumen Jadi Aset Strategis dalam Ekosistem E‑Commerce Indonesia

|Baca juga: Tok! Budi Herawan Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum AAUI Periode 2026-2030

Selain itu, ia menyoroti ketidakpastian geopolitik global sebagai tantangan yang harus direspons secara adaptif oleh industri asuransi umum. Menurutnya, pelaku industri tidak bisa hanya bergantung pada pasar yang ada saat ini, melainkan perlu mencari peluang baru agar tidak terjebak dalam stagnasi.

“Kita harus lebih coba melihat peluang-peluang lain. Karena kalau tidak, ya kita stuck aja di sini,” katanya.

Budi menyebut kinerja industri pada 2025 menjadi pijakan penting untuk evaluasi ke depan. Ia mencatat pertumbuhan industri berada di kisaran enam persen, sedikit di bawah proyeksi tujuh persen, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan geopolitik.

Di sisi lain, ia menilai, kebijakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya di sektor jasa keuangan, belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan industri asuransi secara optimal.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara di Tengah Ketegangan Geopolitik

Dalam kepemimpinannya ke depan, Budi menegaskan, kekuatan utama industri terletak pada kualitas SDM. Ia meyakini transformasi industri akan berjalan lebih cepat jika didukung oleh kompetensi yang memadai.

“Kalau SDM-nya kuat, transformasinya bagus, reformasinya juga sesuai dengan yang diharapkan. Saya yakin kita bisa cepat keluar dari circle ini,” ujarnya.

Selain SDM, tantangan lain yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Budi menyebut hal ini sebagai pekerjaan rumah besar bagi industri.

“Teknologi dan AI ini yang menjadi PR kita. (Kita akan) menjawab nanti di dalam anak usaha (atau melalui) platform-platform baru, yang kita coba deliver ke industri,” tutup Budi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Akselerasi Green Financing Maybank Indonesia Catat Kinerja Positif di 2025
Next Post KB Bank (BBKP) Cetak Laba Bersih Rp66,59 Miliar di 2025

Member Login

or