Media Asuransi, JAKARTA – Sentimen geopolitik di Timur Tengah turut mempengaruhi minat investor bertransaksi saham. Risiko makin besar pada perdagangan saham di tengah ancaman krisis ekonomi global karena harga minyak dunia merangkak naik ke US$100 per barel menipiskan perdagangan di Bursa Efek Indonesia selama sepekan.
|Baca juga: Prediksi IHSG dan 4 Saham Berpeluang Cuan di Akhir Pekan
Hal ini terlihat dari rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yang turun sebesar 25,49 persen menjadi 31,55 miliar lembar saham dari 42,34 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI turut turun sebesar 31,54 persen menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga melemah 31,10 persen menjadi Rp17,20 triliun dari Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya.
|Baca juga: DAI Sebut Transparansi dan Penguatan Governance Jadi Kunci Dana Asuransi Mengalir ke Saham
Data perdagangan saham di BEI selama periode 9—13 Maret 2026 ditutup dengan perubahan. Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 5,91 persen sehingga ditutup pada level 7.137,212, dari posisi 7.585,687 pada pekan lalu.
Kemudian perubahan turut dialami oleh kapitalisasi pasar BEI, yaitu sebesar 6,96 persen menjadi Rp12.678 triliun dari Rp13.627 triliun pada pekan sebelumnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
