Media Asuransi, JAKARTA – Emiten asuransi umum telah mengungkapkan kinerja semester I/2025. Profitabilitas dan margin laba bersih menjadi sorotan pelaku pasar di tengah implementasi PSAK 117.
Sesuai dengan peraturan OJK, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk industri asuransi umum karena bertepatan dengan implementasi PSAK 117. Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian semester I/2025, berbagai perusahaan asuransi umum sudah merilis kinerja keuangannya sesuai dengan format PSAK 117.
Menurut catatan analis BCA Sekuritas, Ryan Santoso, emiten asuransi umum yang sudah mengimplementasikan PSAK 117 mengalami penurunan kinerja secara tahunan dari sisi hasil jasa asuransi, pendapatan hingga laba bersih.
|Baca juga: Kinerja Keuangan Konsolidasian Semester I-2025 Tetap Solid, Tugu Insurance Lanjutkan Implementasi PSAK 117
“Ada penyesuaian dan restatement menggunakan PSAK ini dan tren dari sisi top line maupun bottom line turun. Ini kondisi masih wajar karena adanya penyesuaian sehingga ada earnings volatility,” kata Ryan dalam keterangan resmi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance, Jumat, 29 Agustus 2025.
Namun dia juga menjelaskan bahwa dengan implementasi PSAK 117 akan menjadi katalis positif lain juga sudah ‘settle’ karena akan mengikuti standard global yang lebih transparan dan mencerminkan kinerja yang apa adanya. Selain itu dengan standard baru ini investor juga bisa lebih apple to apple dalam membandingkan kinerja emiten asuransi.
Di tengah penerapan PSAK baru, Ryan Santoso melihat investor tidak perlu terlalu mencemaskan volatilitas laba yang sifatnya kemungkinan jangka pendek. Ia bahkan menyarankan untuk memantau emiten-emiten yang superior dari sisi margin laba dan memiliki valuasi atraktif.
|Baca juga: Premi Bruto Tugu Insurance Naik, Klaimnya Turun
Salah satu perusahaan asuransi umum yang menurut Ryan Santoso atraktif adalah Tugu Insurance yang memiliki kode saham TUGU. Selain dari sisi posisi anak usaha Pertamina yang masuk market leader asuransi umum dan memiliki nilai kapitalisasi pasar yang terbesar.
Dia melihat TUGU memenuhi kriteria saham yang atraktif. “Margin laba bersih semester I/2025 mencapai 41 persen dibandingkan peers listed yang juga sudah menggunakan PSAK 117 margin laba bersihnya di kisaran 35-38 persen” jelasnya.
Dari sisi valuasi saham, menurut Ryan, TUGU juga termasuk murah. Rasio Price to Book Value (PBV) TUGU saat ini berada di 0,3x dan rasio Price to Earnings (PER) masih di bawah 10x.
“Valuasi dengan pendekatan apapun PBV, PER murah. Bahkan market cap di bawah total aset investasi yang dimiliki perusahaan. Poin plus lainnya dividennya konsisten dan besar secara yield. Jadi salah satu saham defensif yang dapat dipertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio investasi” tambah Ryan Santoso.
TUGU sudah mulai implementasi PSAK 117 sejak awal tahun 2025 dan pada semester I/2025, TUGU melaporkan hasil jasa asuransi sebesar Rp303 miliar, total pendapatan usaha bersih sebesar Rp877 miliar, dan laba bersih yang diatribusikan untuk pemilik entitas induk sebesar Rp358 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News