1
1

Akulaku Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh 12% di 2026, Ini Strateginya!

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor. | Foto: Akulaku Finance

Media Asuransi, JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun pada 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 12 persen secara tahunan dibandingkan dengan realisasi 2025 yang mencapai Rp7,44 triliun.

“Target tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berfokus pada keberlanjutan profitabilitas,” ujar Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor, dalam Media Briefing, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Perusahaan juga menetapkan batas rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) net maksimal 1,2 persen sepanjang 2026, sejalan dengan penerapan manajemen risiko.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi ekspansi. Salah satunya dengan meningkatkan porsi pembiayaan offline melalui perluasan jaringan merchant di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, terutama di kota tier 2 dan tier 3.

|Baca juga: Allianz Syariah Bayar Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar di 2025, Dikontribusikan 3 Penyakit Ini!

|Baca juga: Allianz Syariah: Asuransi Kesehatan Saja Tidak Cukup, Perlu Proteksi Penyakit Kritis

Di sisi lain, perusahaan berencana memperdalam integrasi ekosistem digital dengan memperkuat kemitraan yang telah ada. Kolaborasi dengan institusi perbankan juga akan terus dioptimalkan guna menekan biaya dana serta memperkuat struktur permodalan.

Perseroan turut memperluas dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional, termasuk untuk menjaga kelancaran arus kas.

Dari sisi pendanaan, perusahaan membuka peluang diversifikasi sumber dana jangka panjang, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri atau offshore borrowing, untuk menjaga fleksibilitas likuiditas.

Sementara itu, pada aspek teknologi, Akulaku Finance akan memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan dan advanced analytics. Teknologi tersebut digunakan guna meningkatkan akurasi credit scoring, memperkuat sistem deteksi fraud secara real time, serta meningkatkan pengalaman digital nasabah.

Melalui kombinasi ekspansi pembiayaan, penguatan manajemen risiko, serta optimalisasi teknologi dan pendanaan, perusahaan menargetkan dapat mempertahankan posisinya di segmen pembiayaan digital sekaligus mendorong inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Syariah Sarankan Punya 2 Proteksi Sekaligus: Kesehatan dan Penyakit Kritis
Next Post Di Tengah Ancaman Perang Global, Akulaku Finance Pede Pasang Target Agresif 12% di 2026

Member Login

or