1
1

Di Tengah Ancaman Perang Global, Akulaku Finance Pede Pasang Target Agresif 12% di 2026

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor. | Foto: Akulaku Finance

Media Asuransi, JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12 persen pada 2026 meski situasi geopolitik global tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Manajemen menilai kondisi tersebut memang menimbulkan ketidakpastian, namun strategi ekspansi perusahaan tetap berjalan dengan pendekatan adaptif.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan konflik yang baru terjadi dalam waktu singkat itu telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

“Memang kalau kita lihat kondisi geopolitik ya memang masih banyak uncertainty-nya ya. Dan ini memang perang baru kejadian, belum lebih dari seminggu ini,” ujar Perry ,dalam Media Briefing, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

“Nah, memang cukup heboh dan ini kalau dilihat memang perang ini bukan hanya berdampak terhadap perekonomian secara umum atau dari segi aspek moneter,” tambahnya.

|Baca juga: Nasabah Bank Jago Syariah Tembus 2,4 Juta per Desember 2025, Tumbuh 16,5%!

|Baca juga: Allianz Syariah Hadirkan AlliSya CI Hasanah, Wujud Ikhtiar Jaga Jiwa dan Keuangan Keluarga

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Penyakit Kritis Dapat Ubah Kehidupan Keluarga dalam Sekejap

Bahkan, ia menjelaskan, dampak konflik tersebut tidak hanya menyentuh inflasi, nilai tukar, dan harga, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan energi. Jika gejolak berlanjut, seluruh sektor industri dinilai akan terdampak, tidak hanya industri Buy Now Pay Later (BNPL).

Meski demikian, perusahaan memilih tetap fokus pada strategi yang telah disusun. Perseroan akan memaksimalkan kekuatan ekosistem yang dimiliki serta memperdalam penetrasi pasar, baik secara daring melalui e-commerce maupun secara luring, terutama di wilayah luar Pulau Jawa.

Perry memastikan akan terus memantau perkembangan global secara ketat agar dapat merespons cepat setiap perubahan yang terjadi. Sikap adaptif dan kelincahan dalam mengambil keputusan disebut menjadi kunci untuk menjaga kinerja tetap tumbuh sesuai target.

“Namun, yang kami bisa lakukan adalah basically tetap fokus kepada langkah strategis yang telah saya paparkan. Tetap fokus kepada caranya kita me-leverage ekosistem kita. Gimana cara kita penetrasi dari aspek deepening our existence, bisa di aspek online melalui e-commerce dan juga melalui offline markets as well,” jelasnya.

Sebelumnya, Akulaku Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun pada 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 12 persen secara tahunan dibandingkan dengan realisasi 2025 yang mencapai Rp7,44 triliun.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Akulaku Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh 12% di 2026, Ini Strateginya!
Next Post Pembiayaan Akulaku Finance Naik 23%, Tembus Rp7,44 Triliun di 2025

Member Login

or