Media Asuransi, JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) mengalami pertumbuhan positif pada Desember 2025.
Kondisi itu dengan piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tercatat sebesar 0,61 persen secara tahunan (yoy) dengan nominal mencapai Rp506,50 triliun, didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,06 persen yoy.
“Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51 persen dan NPF net sebesar 0,77 persen,” kata Anggota KSSK sekaligus Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dikutip dari pernyatannya dalam rapat KSSK, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain itu, struktur permodalan dan leverage perusahaan pembiayaan juga dinilai solid. Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,18 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali, sehingga memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan pembiayaan untuk melakukan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
|Baca juga: Taspen Salurkan Manfaat JKK Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
|Baca juga: Naik 4,9%, BCA (BBCA) Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025
|Baca juga: KSSK: Ketidakpastian Global Meningkat di Tengah Perang Dagang dan Arah Suku Bunga AS
Sementara itu, pada industri pinjaman daring (pindar), KSSK mencatat pertumbuhan yang cukup kuat. Outstanding pembiayaan pindar tumbuh 25,44 persen yoy dengan nominal mencapai Rp96,62 triliun. Di sisi risiko, tingkat kredit macet secara agregat atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) berada pada level 4,32 persen, yang masih dalam rentang terkendali.
Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan KSSK akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam mengantisipasi potensi risiko dari dinamika perekonomian, pasar keuangan, dan geopolitik terutama rambatannya terhadap perekonomian dan sektor keuangan domestik.
“(Hal itu) termasuk memperkuat coordinated policy response dan kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko bagi perekonomian dan stabilitas sistem keuangan SSK,” pungkas Purbaya Yudhi Sadewa.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
