1
1

OJK: Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp506 Triliun hingga November 2025

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan (PVML) OJK Agusman. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (PVML OJK) Agusman menyampaikan kinerja sektor PVML hingga November 2025 tetp menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan profil risiko terjaga.

“Di sektor PVML, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh 1,09 persen (yoy) pada November 2025, (meningkat dibandingkan dengan) Oktober 2025 sebesar 0,68 persen (yoy) menjadi Rp506,82 triliun,” ungkap Agusman, dalam RDKB OJK, dikutip dari keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

Peningkatan tersebut didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99 persen (yoy). Dari sisi profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF), gross tercatat 2,44 persen dan NPF net 0,85 persen, relatif stabil dibandingkan dengan Oktober 2025 yang sebesar 0,83 persen.

Sementara itu, gearing ratio PP tercatat sebesar 2,13 kali, menurun dibandingkan dengan Oktober 2025 yang sebesar 2,15 kali, serta masih berada jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

“Pembiayaan modal ventura pada November 2025 tumbuh 1,20 persen (yoy), (meningkat dari) Oktober 2025 sebesar minus 0,10 persen (yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,29 triliun,” ujarnya.

|Baca juga: Bos OJK Beberkan Progres dan Dampak Relaksasi Tanggap Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

|Baca juga: Bappenas Sebut Program MBG dan Danantara Jadi Solusi Atasi Persoalan Struktural

|Baca juga: Bappenas: Kebijakan Fiskal Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Arah RPJMN 2025–2029

Lebih lanjut, Agusman mengungkapkan, industri pinjaman daring (pindar) mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan. “Outstanding pembiayaan pindar pada November 2025 tumbuh 25,45 persen (yoy), (meningkat dari) Oktober 2025 sebesar 23,86 persen (yoy), dengan nominal sebesar Rp94,85 triliun,” jelas Agusman.

Namun demikian, Agusman mencatat, tingkat risiko kredit agregat TWP90 berada di posisi 4,33 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober 2025 yang sebesar 2,76 persen. Sedangkan industri pergadaian menunjukkan kinerja solid, dengan penyaluran pembiayaan pada November 2025 tumbuh sebesar 42,88 persen (yoy).

Agusman menyebutkan pembiayaan terbesar masih disalurkan melalui industri pergadaian, dalam bentuk produk gadai sebesar Rp102,75 triliun atau 81,92 persen dari total pembiayaan yang disalurkan industri pergadaian.

Selain itu, berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan pada November 2025 meningkat 68,61 persen (yoy) menjadi Rp11,24 triliun dengan rasio NPF gross sebesar 2,78 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Catat Nilai AUM Melonjak 23,46% Jadi Rp1.033,81 Triliun di 2025
Next Post OJK Catat 4 Multifinance Belum Penuhi Kewajiban Modal Minimum Rp100 Miliar per 2025

Member Login

or