1
1

3 Langkah Kecil tapi Penting Pastikan Healing Tahun Baru Kamu Anti Boncos

Ilustrasi. | Foto: pressfoto/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Data OCBC Financial Fitness Index 2025 mengungkapkan hanya 12 persen menggunakan uang sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan di awal tahun. Sebanyak 82 persennya menganggap anggaran hanyalah angan-angan.

Lalu, 76 persen anak muda masih habiskan uang demi ikut gaya hidup satu sama lain. Meskipun turun dari 80 persen, angka ini masih tergolong tinggi. Artinya, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) memang mengalami penurunan, tapi belum sepenuhnya hilang.

Mengutip OCBC, Kamis, 1 Januari 2026, ada sedikit kabar baik, karena 93 persen masyarakat mempunyai pengelolaan utang dengan baik. Di sisi lain, ada peningkatan 16 persen dari mereka yang hanya membayar angka minimum dari kartu kredit.

Kalau tiap bulan bayar minimum terus, akumulasi total tagihan di akhir bikin mata melotot. Data ini menunjukkan ada sebagian dari masyarakat yang mengadopsi gaya finansial yang kurang sehat. Di zaman yang sangat memudahkan untuk mengeluarkan uang tanpa berpikir dua kali, cara mengatur keuangan adalah salah satu mimpi yang harus dianggarkan di awal tahun.

Pengaturan keuangan penting mulai dari penentuan anggaran bulanan, belajar manajemen keuangan pribadi, sampai tips hemat supaya akumulasi tagihan kartu kredit tidak menggunung. Untuk pastikan healing tahun baru kamu masih masuk ke dalam anggaran tahunan, ini adalah tiga langkah kecil yang bisa kamu lakukan:

1. Tetapkan budget, termasuk untuk kartu kredit

Dengan menetapkan anggaran bulanan, ini menghindari spending yang berlebihan. Misalnya, angka maksimal untuk belanja pakai kartu kredit hanya kurang dari 15 persen dari penghasilan bersih bulanan kamu. Begitu angka tersebut tercapai, saatnya kamu berhenti menggunakan kartu kredit sampai siklus berikutnya. Secara tidak langsung, langkah ini akan mengontrol perilaku spending kamu.

2. Kurangi frictionless spending

Frictionless spending adalah perilaku belanja di era digital, di mana transaksi menjadi sangat mudah dan cepat karena prosesnya sangat mulus dan minim hambatan. Contohnya adalah transaksi satu klik, tap-to-pay, sampai scan QR lewat gawai pribadi. Perilaku ini cenderung membuat pengguna menjadi lebih mudah overspending karena mendorong pembelian tanpa berpikir panjang. Untuk terhindar dari hal ini, kamu bisa mencabut kartu dari e-wallet atau marketplace, matikan one click checkout, dan simpan kartu tidak di dompet utama. Jadi, semua transaksi adalah keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang.

3. Bentuk sistem: bayar dulu, baru belanja!

Buat rekening khusus yang memang ditujukan untuk membayar tagihan kartu kredit setiap bulannya. Tiap transaksi yang sudah dilakukan, langsung transfer sejumlah nominal, atau bahkan langsung bayar sebagian dari tagihan saat itu juga. Ini membuat kartu kredit jadi alat bayar, tapi di waktu yang bersamaan uangnya juga sudah disisihkan saat itu pula agar tagihan tidak terakumulasi di siklus selanjutnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Presiden Xi Jinping Yakin Ekonomi China Tumbuh 5% di Tahun Ini
Next Post Intip 7 Tips di Awal Tahun Supaya Kamu Sejahtera Finansial

Member Login

or