Media Asuransi, JAKARTA – Memperoleh kekayaan dan mengelolanya dalam jangka panjang itu dua hal yang berbeda. Dalam banyak kasus, mengelola dan mempertahankan kekayaan terbukti lebih sulit ketimbang memperolehnya.
Pasalnya, mengelola dan mempertahankan kekayaan itu perlu mental dan strategi yang tepat. Kondisi itu termasuk layanan keuangan yang bisa mendukung pengelolaan, sehingga aset bisa bertahan bahkan bertambah seiring waktu.
Sementara fokus mengelola kekayan itu bukan sekadar mengumpulkan uang, tapi memastikan nilai kekayaan tetap tumbuh, tahan terhadap inflasi, dan siap digunakan di fase hidup yang berbeda. Melansir OCBC, Sabtu, 14 Februari 2026, berikut empat cara mengelola kekayaaan dalam jangka panjang:
1. Tetapkan tujuan keuangan jangka panjang
Pengelolaan kekayaan jangka panjang perlu diawali dengan tujuan yang jelas, misalnya, dana pensiun, pendidikan anak, atau kebebasan finansial. Tujuan ini berfungsi sebagai kompas agar setiap keputusan keuangan punya arah yang konsisten. Tanpa tujuan yang spesifik, strategi keuangan akan mudah berubah dan hasilnya kurang optimal dalam jangka panjang.
|Baca juga: Wajib Baca, 5 Kebiasaan Keuangan Ini Harus Hilang di 2026!
|Baca juga: 6 Seni Mengelola Anggaran Keluarga Demi Gaji Tak Lagi Sekadar Lewat
2. Diversifikasi aset secara seimbang
Menempatkan seluruh kekayaan pada satu jenis instrumen berisiko membuat kondisi keuangan rentan terhadap gejolak pasar. Diversifikasi membantu menyebar risiko sekaligus membuka peluang pertumbuhan dari berbagai aset, seperti tabungan, deposito, obligasi, hingga instrumen investasi lain.
3. Kelola arus kas dan risiko dengan disiplin
Kekayaan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar pendapatan, tetapi juga bagaimana arus kas dikelola. Pengeluaran yang terkontrol, dana darurat yang memadai, serta perlindungan melalui asuransi membantu menjaga aset dari risiko tak terduga.
4. Manfaatkan layanan pengelolaan kekayaan dari bank
Layanan pengelolaan kekayaan dari bank membantu menyusun strategi keuangan secara lebih terstruktur dan personal. Nasabah bisa mendapatkan pendampingan profesional untuk merencanakan investasi, mengelola aset, hingga mempersiapkan distribusi kekayaan di masa depan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
