1
1

40 Ribu Nasabah Sudah Rencanakan Haji dan Umrah Lewat Jago Syariah

Ilustrasi. | Foto: Bank Jago

Media Asuransi, JAKARTA – Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk (ARTO) atau Jago Syariah mencatat lebih dari 40 ribu nasabah telah memulai perencanaan ibadah ke Tanah Suci melalui fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah. Capaian ini diraih meski fitur tersebut baru diluncurkan pada Oktober 2025.

Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan tren perencanaan ibadah melalui platform digital terus menunjukkan peningkatan, seiring kesadaran nasabah dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan religius.

“Data internal kami menunjukkan adanya tren kenaikan yang terkait dengan kegiatan ibadah (perencanaan keuangan/transaksi untuk ibadah), terutama mempersiapkan ibadah haji atau umrah,” kata Waasi ,dalam Forum Jurnalis Jagoan, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah merupakan template khusus yang dirancang untuk membantu nasabah memisahkan dan mengalokasikan dana sesuai tujuan keuangan secara lebih terstruktur. Dengan mekanisme tersebut, dana untuk ibadah tidak tercampur dengan kebutuhan lain.

Sejak diperkenalkan hingga Januari 2026, sebanyak 16.000 nasabah tercatat telah membuat Kantong Haji, sementara 20.000 nasabah membuka Kantong Umrah. Tingginya angka tersebut menunjukkan respons positif nasabah terhadap fitur perencanaan ibadah berbasis digital.

|Baca juga: Jelang THR, Nasabah Bank Jago Lebih Banyak Siapkan Kantong Buat Bayar Utang

|Baca juga: Transaksi Sedekah Bank Jago (ARTO) Melonjak 250% di Awal Ramadan 2026, Ini Pemicunya!

Momentum Ramadan turut mendorong peningkatan aktivitas penggunaan fitur religius. Dalam dua pekan pertama Ramadan, sekitar 142.000 nasabah tercatat lebih aktif memanfaatkan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan ibadah.

Dalam periode tersebut, Kantong Haji dan Umrah berada di posisi keempat dari sisi penggunaan. Peringkat pertama ditempati kantong perencanaan dana kurban, disusul kebutuhan Ramadan dan THR di posisi kedua, serta zakat, sedekah, dan infak di posisi ketiga.

Waasi menegaskan peringkat tersebut bersifat situasional karena pengambilan data dilakukan pada periode Ramadan, sehingga komposisinya dapat berubah pada waktu berbeda.

Meski demikian, ia menilai, kondisi ini mencerminkan perubahan perilaku keuangan nasabah yang semakin terencana. Nasabah tidak hanya menyiapkan kebutuhan jangka pendek seperti Ramadan dan THR, tetapi juga mulai menyusun perencanaan jangka panjang, termasuk ibadah haji dan umrah.

Selain itu, sekitar lima persen dari kantong yang digunakan untuk kebutuhan religius merupakan kantong bersama. Fitur ini memungkinkan lebih dari satu pengguna mengelola dana dalam satu kantong yang sama, misalnya untuk merencanakan ibadah umrah secara kolektif.

Pada periode Ramadan yang telah berjalan sekitar dua pekan, Jago Syariah juga mencatat lonjakan signifikan pada transaksi sedekah dan amal yang meningkat hingga 250 persen.

Data internal menunjukkan lebih dari 68 persen nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha. Sementara itu, 53 persen transaksi sedekah diarahkan untuk memuliakan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor perbankan syariah tidak hanya mendorong kemudahan transaksi, tetapi juga memperkuat budaya perencanaan keuangan berbasis nilai religius di kalangan nasabah.

Editor: Angga Bratadharmma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Manfaatkan Momen Ramadan 1417H, Allianz Syariah Luncurkan AlliSya  CI Hasanah
Next Post Fitch Mempertahankan Peringkat RI pada BBB dan Revisi Outlook Menjadi Negatif

Member Login

or