Media Asuransi, JAKARTA – Menyimpan uang di bank sudah menjadi kebiasaan sebagian besar orang. Namun di sisi lain, masih banyak orang yang juga mempertanyakan apakah menabung di bank aman atau tidak. Yuk cari tahu jawabannya!
Di tengah risiko kehilangan, pencurian, hingga penipuan finansial, bank hadir dengan sistem perlindungan berlapis yang dirancang khusus untuk menjaga dana nasabah. Tidak hanya soal tempat menyimpan uang, bank juga memberikan rasa aman melalui regulasi, pengawasan, dan teknologi yang terus diperbarui.
Melansir OCBC NISP, Sabtu, 21 Februari 2026, berikut lima alasan utama mengapa menabung di bank tergolong aman:
1. Dana nasabah dilindungi LPS
Alasan paling kuat menabung di bank adalah adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dana nasabah hingga batas tertentu dijamin oleh negara apabila terjadi hal terburuk seperti bank mengalami gagal bayar.
Perlindungan ini membuat nasabah tidak sepenuhnya menanggung risiko, selama memenuhi ketentuan yang berlaku seperti suku bunga simpanan tidak melebihi batas penjaminan dan dana tercatat secara sah di bank.
2. Bank diawasi otoritas resmi
Operasional bank tidak berjalan bebas tanpa pengawasan. Seluruh aktivitas perbankan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Pengawasan ini mencakup kesehatan keuangan bank, manajemen risiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Dengan sistem ini, potensi penyalahgunaan dana nasabah dapat ditekan sejak dini.
|Baca juga: 4 Siasat Mengelola Kekayaan untuk Jangka Panjang
|Baca juga: Wajib Tahu, Begini 4 Ciri Kartu Kredit yang Bisa Dipakai di Luar Negeri!
|Baca juga: Mau Hidup Sehat agar Keuangan Tetap Stabil? Coba Baca Artikel Ini!
3. Sistem keamanan berlapis dan teknologi modern
Bank menggunakan sistem keamanan berlapis untuk melindungi dana dan data nasabah, mulai dari enkripsi data, autentikasi ganda, hingga pemantauan transaksi secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegah akses tidak sah, baik pada transaksi langsung di kantor cabang maupun melalui layanan digital.
4. Risiko kehilangan lebih kecil
Menyimpan uang tunai di rumah memiliki risiko tinggi, seperti pencurian, kebakaran, atau kerusakan fisik. Bank meminimalkan risiko tersebut dengan penyimpanan dana secara sistematis dan terdokumentasi.
5. Ada rekam jejak dan bukti transaksi yang jelas
Setiap transaksi di bank tercatat secara otomatis dan dapat dilacak kapan saja. Rekam jejak ini sangat penting jika terjadi kesalahan transaksi atau sengketa, karena nasabah memiliki bukti yang sah. Transparansi ini memberi perlindungan tambahan yang tidak dimiliki saat menyimpan uang secara informal.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
