Media Asuransi, JAKARTA – Generasi muda kini menghadapi ritme hidup yang semakin cepat dan padat. Dalam satu hari, berbagai peran dan tuntutan hadir bersamaan, mulai dari pekerjaan atau studi, relasi sosial, hingga paparan dunia digital yang nyaris tanpa jeda.
Situasi ini membuat waktu terasa semakin sempit, sementara beban aktivitas terus bertambah. Karena itu, kemampuan mengelola waktu menjadi kunci agar kehidupan tetap berjalan seimbang dan tidak menguras energi. Seiring perubahan gaya hidup, cara anak muda memandang dan menggunakan waktu pun ikut bergeser.
Mengutip Bank Neo Commerce, Minggu, 18 Januari 2026, pengelolaan waktu tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan ritme masing masing individu. Orientasinya bukan sekadar menyelesaikan banyak hal, tetapi memastikan setiap waktu yang dijalani memiliki makna dan tidak terlewat tanpa tujuan.
Cara baru melihat waktu
Banyak anak muda mulai menyadari waktu adalah aset yang sering terbuang tanpa disadari. Aktivitas terlihat sibuk, kalender penuh, tapi di akhir hari rasa puas belum tentu muncul. Hal ini sering terjadi karena waktu diisi tanpa arah yang jelas. Perubahan dimulai saat waktu diperlakukan sebagai pilihan. Setiap aktivitas dipahami sebagai keputusan sadar.
Fokus pada hal yang penting
Generasi muda semakin peka terhadap pentingnya prioritas. Tidak semua hal perlu dikerjakan hari ini. Tidak semua ajakan harus diikuti. Menyadari keterbatasan energi membantu mereka memilih dengan lebih bijak.
|Baca juga: Profil Budi Tampubolon, Dirut IFG Life yang Resmi Mengakhiri Masa Jabatannya per Januari 2026
Dengan fokus pada hal yang benar-benar penting, beban mental terasa lebih ringan. Waktu dan energi bisa dialokasikan ke aktivitas yang memberi dampak nyata, baik untuk karier, kesehatan, maupun pengembangan diri.
Fleksibilitas dalam menyusun hari
Pola kerja dan belajar yang fleksibel ikut memengaruhi cara generasi muda mengatur waktu. Jam produktif setiap orang berbeda. Ada yang lebih fokus di pagi hari, ada juga yang bekerja optimal di malam hari.
Manajemen waktu yang fleksibel memberi ruang untuk menyesuaikan jadwal dengan kondisi fisik dan mental. Saat tubuh lelah, istirahat diambil tanpa rasa bersalah. Saat energi penuh, fokus dimaksimalkan.
Mengelola aktivitas digital dengan lebih sadar
Teknologi memberi banyak kemudahan, namun juga membawa distraksi. Notifikasi yang terus muncul bisa mengganggu fokus tanpa disadari. Generasi muda mulai belajar mengatur interaksi dengan dunia digital.
Sebagian memilih membatasi notifikasi, menjadwalkan waktu khusus untuk media sosial, atau menggunakan aplikasi pengelola waktu. Langkah kecil ini membantu mengembalikan kendali atas perhatian dan membuat waktu terasa lebih utuh.
Kaitan antara waktu dan keuangan
Cara mengelola waktu sering beriringan dengan cara mengelola uang. Anak muda yang terbiasa merencanakan waktu cenderung lebih terstruktur dalam mengambil keputusan finansial. Mereka punya ruang untuk berpikir sebelum bertindak.
|Baca juga: Ternyata Ini 4 Tantangan Sandwich Generation, Kamu Nomor Berapa?
|Baca juga: Mau Hidup Tenang dan Nyaman saat Pensiun, Begini 10 Cara Mempersiapkannya Sejak Muda!
|Baca juga: 5 Tips Menata Ulang Keuangan di Awal Tahun
Waktu yang tidak terkelola sering mendorong keputusan impulsif. Sebaliknya, waktu yang tertata memberi kesempatan untuk mempertimbangkan pilihan dengan lebih rasional, termasuk dalam menyusun rencana keuangan.
Membiasakan pola pikir jangka panjang
Generasi muda semakin akrab dengan konsep perencanaan masa depan. Mereka memahami bahwa hasil besar lahir dari kebiasaan kecil yang dijalani secara konsisten. Hal ini berlaku dalam karier, kesehatan, maupun keuangan.
Menyisihkan waktu untuk belajar tentang keuangan dan investasi menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih terencana. Bukan karena ingin cepat kaya, tapi karena ingin membangun rasa aman secara bertahap.
Investasi sebagai bagian dari manajemen waktu
Investasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas rumit yang menyita waktu. Dengan dukungan teknologi, investasi bisa dilakukan secara praktis dan terintegrasi dengan rutinitas harian.
Banyak generasi muda memilih instrumen yang mudah dipahami dan tidak memerlukan pemantauan intensif. Reksa dana menjadi salah satu pilihan yang relevan karena dikelola secara profesional dan cocok untuk tujuan jangka panjang.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
