Media Asuransi, JAKARTA – Mengajukan pinjaman itu gampang-gampang susah. Prosesnya memang cepat, tapi penyedia pinjaman tetap punya kriteria ketat buat menyetujui aplikasi. Kalau kamu salah langkah, pengajuan bisa ditolak, dan itu bikin skor kreditmu bisa ikut kena dampak buruk.
Mengutip Nobu Bank, Minggu, 22 Maret 2026, berikut 10 cara agar pinjaman kamu disetujui:
1. Pastikan kualitas skor kredit kamu tinggi
Skor kredit adalah penilaian angka yang menggambarkan seberapa baik kamu mengelola utang. Biasanya, skor ini berkisar dari 0-850 dan dihitung berdasarkan riwayat pembayaran utang, jumlah utang yang kamu miliki, serta durasi kreditmu. Penyedia pinjaman menggunakan skor ini sebagai acuan utama untuk menilai kelayakanmu sebagai peminjam. Semakin tinggi skor kreditmu, semakin besar peluang untuk mendapatkan persetujuan pinjaman. Kalau skormu rendah, penyedia pinjaman bakal ragu memberikan pinjaman karena risiko gagal bayar lebih tinggi.
Untuk menjaga atau memperbaiki skor kredit, biasakan bayar semua tagihan tepat waktu, kurangi pemakaian limit kartu kredit di bawah 30 persen, dan cek laporan kredit secara berkala untuk memastikan tidak ada kesalahan data. Jangan sampai catatan buruk seperti menunggak cicilan sebelumnya menurunkan kredibilitasmu. Dengan skor kredit yang baik, kamu juga bisa mendapatkan bunga pinjaman yang lebih kompetitif.
2. Pilih platform pinjaman yang terdaftar di OJK
Platform yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah pilihan wajib. Kenapa? Karena platform yang sudah diawasi secara resmi ini jauh lebih aman dan transparan. Dengan memilih platform terdaftar, kamu terhindar dari risiko penipuan atau praktik ilegal. Penyedia pinjaman resmi juga memiliki prosedur yang jelas, sehingga kamu tidak akan mengalami hal-hal seperti bunga tersembunyi atau biaya tak terduga.
3. Isi data diri yang rapi dan lengkap ketika mengajukan pinjaman
Akurasi data adalah kunci penting dalam pengajuan pinjaman. Kesalahan kecil, seperti typo pada nama atau nomor KTP, bisa membuat aplikasi langsung ditolak. Data yang kamu masukkan harus sesuai dengan dokumen resmi seperti KTP atau kartu keluarga. Proses verifikasi data ini sangat penting untuk memastikan identitasmu valid, jadi pastikan semuanya benar sejak awal.
4. Siapkan dokumen pendukung
Selain data diri, dokumen pendukung seperti KTP, slip gaji, dan rekening koran juga berperan besar dalam proses persetujuan. Dokumen ini membantu penyedia pinjaman mengevaluasi kelayakan finansialmu. Dengan dokumen yang lengkap dan jelas, proses verifikasi akan lebih cepat dan kemungkinan besar disetujui. Beberapa platform mungkin juga meminta dokumen tambahan seperti NPWP, terutama untuk pinjaman dengan jumlah besar.
5. Baca syarat dan ketentuan dengan cermat
Sebelum menyetujui pengajuan, pastikan kamu membaca dan memahami syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh platform pinjaman. Jangan buru-buru klik “Setuju” tanpa tahu detailnya. Hal-hal penting seperti suku bunga, tenor, dan biaya tambahan harus kamu perhatikan. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan berapa total biaya yang harus dibayar selama masa pinjaman berlangsung.
6. Jaga rekam jejak pembayaran
Riwayat pembayaranmu adalah indikator utama apakah kamu layak diberi pinjaman. Penyedia pinjaman biasanya akan mengecek apakah kamu punya catatan pembayaran cicilan yang baik atau malah sering menunggak. Kalau riwayat pembayaranmu buruk, peluang pengajuanmu untuk disetujui akan kecil. Ini juga memengaruhi reputasi keuanganmu di masa depan.
|Baca juga: Jangan Asal Menabung, Begini 5 Cara Memilih Tabungan Sesuai Kebutuhan
|Baca juga: 9 Tips Mengatur Keuangan Keluarga di Awal 2026 agar Lebih Aman dan Terkendali
|Baca juga: Ternyata Ini Manfaat Punya Asuransi
Untuk menjaga rekam jejak pembayaran tetap baik, usahakan selalu bayar tagihan tepat waktu. Kamu bisa menggunakan fitur auto-debit untuk memastikan pembayaran berjalan otomatis. Selain itu, hindari mengambil pinjaman baru jika masih ada utang yang belum selesai dilunasi. Disiplin dalam pembayaran adalah kunci utama untuk menjaga skor kredit dan reputasi keuanganmu.
7. Pilih jumlah pinjaman dan tenor yang pas dengan kemampuan bayar
Salah satu kesalahan umum dalam mengajukan pinjaman adalah meminta jumlah dan tenor yang terlalu besar, tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar. Penyedia pinjaman akan mengevaluasi penghasilan bulananmu untuk menentukan apakah kamu mampu melunasi cicilan. Kalau jumlah atau tenor pinjamanmu nggak realistis, besar kemungkinan pengajuanmu bakal ditolak.
Idealnya, cicilan bulanan pinjaman nggak boleh lebih dari 30 persen penghasilanmu. Misalnya, kalau gajimu Rp5 juta, cicilan maksimal yang aman adalah Rp1,5 juta. Dengan mengajukan pinjaman sesuai kemampuan, peluang disetujui jadi lebih besar. Selain itu, fokuslah hanya pada kebutuhan mendesak saat mengajukan pinjaman, bukan untuk keinginan sesaat.
8. Jika ditanyakan, gunakan referensi valid
Beberapa platform pinjaman memberikan opsi untuk mencantumkan referensi. Referensi ini adalah orang yang dapat memberi rekomendasi tentang kepercayaanmu sebagai peminjam. Dengan referensi yang valid, penyedia pinjaman lebih percaya kalau kamu adalah peminjam yang bertanggung jawab dan layak diberi pinjaman.
Pastikan kamu memilih orang yang punya reputasi baik, misalnya atasan kerja atau kolega yang kamu percaya. Sebelum mencantumkan nama mereka, pastikan kamu sudah meminta izin terlebih dulu. Dengan begitu, mereka bisa membantu saat penyedia pinjaman menghubungi untuk verifikasi. Referensi ini juga menunjukkan kamu punya hubungan baik yang bisa diandalkan.
9. Jangan mengajukan pinjaman di banyak tempat sekaligus
Mengajukan pinjaman di banyak platform dalam waktu bersamaan bukanlah ide yang baik. Hal ini justru membuat kamu terlihat sedang kesulitan keuangan, yang akan menurunkan kepercayaan penyedia pinjaman. Mereka bisa menganggap kamu sebagai peminjam yang berisiko tinggi dan menolak pengajuanmu.
Lebih baik fokus mengajukan pinjaman di satu platform dulu. Kalau pengajuanmu ditolak, tunggu beberapa minggu sebelum mencoba di platform lain. Dengan cara ini, kamu juga menjaga skor kredit tetap stabil dan menghindari kesan “putus asa” di mata penyedia pinjaman. Ingat, reputasi keuanganmu adalah aset penting yang harus dijaga.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
