1
1

Amar Bank (AMAR) Optimistis Perbankan Digital Terus Tumbuh

Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank menilai perkembangan perbankan digital di Indonesia masih memiliki momentum positif, meskipun kondisi ekonomi makro saat ini menuntut industri tetap berhati-hati dalam menjalankan strategi bisnis.

Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia mengatakan dinamika ekonomi yang terjadi saat ini sebenarnya memengaruhi seluruh industri perbankan, baik bank konvensional maupun bank digital.

“Kalau kita kaitkan dengan kondisi ekonomi, kondisi makro itu berlaku untuk semua perbankan, baik konvensional maupun bank digital,” ujar Josua, dalam Amar Bank Digital Banking Outlook 2026, Selasa, 10 Maret 2026.

Meski demikian, Josua menilai, perbankan digital memiliki keunggulan tersendiri karena didorong oleh perubahan perilaku masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital.

Tingginya penetrasi internet, penggunaan media sosial, serta aplikasi pesan instan seperti WhatsApp telah membentuk kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk dalam mengakses layanan keuangan.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat adopsi layanan perbankan digital tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat. Justru yang menjadi faktor penentu adalah kemampuan bank digital menghadirkan inovasi layanan yang mampu memberikan pengalaman lebih baik dibandingkan dengan layanan perbankan konvensional.

“Jadi dari behavior masyarakat adopsi digital itu sebenarnya bukan menjadi barrier to entry untuk mencoba perbankan digital,” kata Josua.

Ia menjelaskan bank digital perlu terus mengembangkan inovasi layanan, mulai dari pemanfaatan teknologi dalam proses penilaian kredit atau credit scoring, kemudahan proses pembukaan rekening atau onboarding, hingga peningkatan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, bank digital dinilai dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta melayani kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

“Bagaimana dia (bank digital) menggunakan kredit scoring dengan lebih baik, onboarding dengan lebih baik sehingga dengan seluruh experience ini mereka dapat meng-cather market yang lebih luas,” ujarnya.

Josua menilai meskipun industri tetap harus memperhatikan dinamika ekonomi yang berkembang, namun tren adopsi perbankan digital di Indonesia masih akan terus meningkat ke depan.

“Jadi saya rasa despite all the conditions, adopsi perbankan digital hari ini dan ke depannya tentu trennya akan terus bertumbuh,” pungkas Josua.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Digital Banking Berpeluang Dongkrak Penyaluran Kredit UMKM di 2026
Next Post Cara Cerdas Mengelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Ala Allianz Indonesia

Member Login

or