1
1

Apa Itu Private Banking dan Siapa yang Membutuhkannya?

Ilustrasi. | Foto: Freepik/macrovector

Media Asuransi, JAKARTA – Tidak semua layanan perbankan dirancang untuk kebutuhan finansial yang kompleks. Bagi individu dengan aset besar dan struktur kekayaan yang beragam, dibutuhkan pendekatan yang lebih strategis dan personal. Di sinilah layanan private banking berperan.

Melansir laman OCBC, Sabtu, 21 Februari 2026, private banking merupakan layanan perbankan eksklusif yang diperuntukkan bagi nasabah dengan tingkat kekayaan tinggi. Fokusnya bukan sekadar aktivitas menabung atau berinvestasi, melainkan pengelolaan kekayaan secara menyeluruh dan terencana.

Melalui layanan ini, nasabah memperoleh pendampingan khusus dari tim profesional yang membantu menyusun strategi keuangan jangka panjang. Pendampingan tersebut mencakup perencanaan keuangan komprehensif, penyusunan strategi investasi sesuai profil risiko, pengelolaan aset lintas generasi, hingga perencanaan warisan.

Berbeda dengan layanan perbankan reguler maupun premier banking, private banking menitikberatkan pada hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan. Setiap solusi finansial dirancang secara tailor-made, disesuaikan dengan tujuan hidup, kebutuhan, serta struktur kekayaan nasabah.

|Baca juga: Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global yang Tinggi

|Baca juga: Dewan Ekonomi Nasional Sebut Ketidakpastian Global Takkan Mereda, Bagaimana Nasib RI?

|Baca juga: Bos BRI: Penetapan Premi Asuransi Parametrik Harus Lebih Granular

Selain itu, nasabah juga memperoleh akses ke pilihan produk investasi yang lebih luas, market insight yang lebih mendalam, serta berbagai privilege eksklusif yang tidak tersedia pada layanan perbankan umum.

Setiap produk perbankan didesain untuk nasabah dengan kriteria tertentu. Begitu pula dengan private banking, di mana layanan ini hanya diperuntukkan bagi nasabah tertentu. Lalu siapa saja mereka? Berikut kriteria nasabah yang sudah saatnya beralih ke private banking:

1. Aset dan kekayaan membesar

Kriteria utama untuk beralih ke layanan ini adalah ketika total aset likuid yang dimiliki sudah melampaui batas nasabah reguler, biasanya menyentuh angka miliaran rupiah.

Pada tahap ini, menyimpan dana dalam bentuk tabungan atau deposito dirasa kurang optimal karena imbal hasilnya mungkin tidak sebanding dengan potensi pertumbuhan aset jika dikelola melalui instrumen yang lebih eksklusif.

2. Perlu strategi kelola uang jangka panjang

Kebutuhan akan strategi keuangan yang lebih komprehensif muncul saat fokus mulai bergeser dari sekadar mengumpulkan kekayaan menjadi melestarikan nilai aset tersebut.

Pengelolaan jangka panjang diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan memastikan bahwa kekayaan tetap tumbuh di atas laju inflasi melalui diversifikasi aset yang lebih canggih dan luas.

3. Perlu pendamping finansial personal

Ketika urusan keuangan menjadi terlalu kompleks untuk diputuskan sendiri, kehadiran seorang ahli menjadi sangat krusial. Seorang pengelola hubungan personal akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi finansial tertentu.

Selain itu, mereka akan bertindak sebagai konsultan yang membantu memantau pasar serta mempermudah segala urusan perbankan tanpa melalui prosedur umum yang memakan waktu.

4. Tak punya waktu kelola uang sendiri

Kesibukan dalam menjalankan bisnis atau profesi membuat pengelolaan detail keuangan pribadi terabaikan. Memilih layanan private banking merupakan langkah efisiensi agar urusan administrasi, pemantauan portofolio, hingga eksekusi transaksi investasi dapat dilakukan secara lebih praktis oleh pihak bank.

5. Perlu perencanaan waris dan pengelolaan kekayaan yang berkelanjutan

Layanan ini menjadi sangat penting ketika mulai muncul kebutuhan agar pengalihan kekayaan kepada generasi berikutnya dapat berjalan secara aman.

Perencanaan waris yang profesional dapat membantu memastikan bahwa pengalihan aset berlangsung lancar sesuai dengan koridor hukum yang berlaku serta dilakukan dengan efisiensi pajak yang optimal demi terwujudnya kesejahteraan keluarga yang berkelanjutan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Gojek Hadirkan Solusi Beragam untuk Kebutuhan Silaturahmi di Ramadan
Next Post Pengamanan Berlapis Data Center Kunci Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional

Member Login

or