Media Asuransi, JAKARTA – Selaras dengan komitmen memberikan pelayanan berkualitas untuk nasabah, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mengintegrasikan teknologi digital dan layanan fisik guna melayani 43 juta rekening per akhir 2025. Pelayanan terintegrasi ini salah satunya dilakukan melalui Halo BCA.
“Selama tahun 2025 Halo BCA telah melayani total interaksi nasabah sebanyak 30 juta interaksi, baik melalui telepon, chat, maupun media sosial. Termasuk di dalamnya permintaan penanganan atas kasus kriminalitas,” kata EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Berdasar data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) 2025, ada sekitar 400 ribu laporan kriminalitas yang tercatat di Indonesia. Dari jumlah tersebut, laporan yang diterima Halo BCA sekitar 23 ribu. Modus kriminalitas yang kerap terjadi di antaranya scamming dan phishing mengatasnamakan BCA.
|Baca juga: BCA (BBCA) Luncurkan Ocean by BCA, Portal Digital Terintegrasi untuk Pelaku Usaha
Iming-iming yang disampaikan berupa keuntungan tertentu untuk nasabah, atau menebarkan ketakutan sehingga target merasa terdesak untuk melakukan sesuatu. “Akibatnya, nasabah tanpa disadari memberikan informasi sensitif dan rahasia kepada pelaku,” jelas Adrianus.
Dia menjelaskan perbedaan scamming dan phishing. Menurutnya, scamming merupakan tindakan penipuan yang dilakukan seseorang yang mengaku menjadi orang atau institusi lain. Sementara itu, phishing pada prinsipnya adalah social engineering. Pelaku phishing biasanya mencoba mencuri data target operasi dengan memanfaatkan kecerobohan dan ketidaktahuan orang terkait.
Selaras dengan kebutuhan nasabah yang semakin beragam, termasuk penanganan kasus kriminalitas, Halo BCA konsisten meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Kini, Halo BCA sudah dilengkapi fitur Voice Internet Protocol Call (VOIP). Fitur ini memungkinkan nasabah menghubungi Halo BCA tanpa menggunakan pulsa, cukup memanfaatkan aplikasi haloBCA.
|Baca juga:Moody’s Pangkas Outlook, BCA (BBCA) Blak-blakan tentang Dampaknya ke Kredit
Memasuki 2026, Adrianus menyatakan bahwa aplikasi haloBCA menambahkan beberapa fitur lagi untuk meningkatkan pelayanan, di antaranya live chat, pemantauan status laporan, buka blokir PIN kartu ATM, pembaruan data, pengaturan OTP transaksi, dan persetujuan digital.
“Kemudian sebagai langkah preventif dan edukatif untuk meningkatkan awareness nasabah agar tidak terdampak modus kriminalitas, Halo BCA menggaungkan gerakan yang dilakukan bersama marketing communication dan corporate communication BCA yang tentunya juga akan melibatkan seluruh frontliners BCA, yaitu gerakan #tanyaHaloBCAaja, lebih nyaman melalui aplikasi,” katanya.
Adrianus menambahkan bahwa pada prinsipnya BCA senantiasa mengutamakan kebutuhan nasabah. Hal ini juga sejalan dengan komitmen BCA sebagai anggota dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan. “Kami mengajak seluruh nasabah tercinta untuk melakukan langkah yang tepat, serta tetap aman dan nyaman dengan #tanyaHaloBCAaja” tuturnya.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
