Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah tantangan pembiayaan transisi energi dan infrastruktur hijau yang semakin kompleks, Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 14 persen secara tahunan atau sekitar Rp7,5 triliun.
Banyak korporasi saat ini masih berada dalam tahap menentukan arah perjalanan Environment, Social, and Governance (ESG) mereka. Di tengah kompleksitas tersebut, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra tepercaya dengan rekam jejak pembiayaan berkelanjutan yang diakui di tingkat internasional.
|Baca juga: Menavigasi Ketidakpastian Global dan Peluang Investasi Domestik dengan Bank DBS Indonesia
‘’Tidak hanya melalui pembiayaan, kami juga memberikan pendampingan berbasis insights dan pemahaman kebutuhan bisnis agar korporasi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, berdampak, dan berkelanjutan, baik bagi kelangsungan usaha maupun lingkungan,” ujar Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin dalam keterangannya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selama 2024-2025, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai proyek strategis, antara lain: Proyek Waste-to-Energy (WTE) Palembang, di mana Bank DBS Indonesia bertindak sebagai penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan sebesar USD 70 juta dari total fasilitas sindikasi USD 100 juta.
|Baca juga: Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Channeling ke Kredivo Menjadi Rp3 Triliun
Kemudian, PT TBS Energi Utama Tbk (Electrum), dengan pembiayaan Green Loan kolaboratif senilai USD 15 juta, yang di dalamnya termasuk kontribusi Bank DBS Indonesia sebesar USD 5 juta. Pendanaan ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan battery-swapping station nasional dan penyediaan 130 unit kendaraan listrik bagi layanan Grab.
Tak sekadar menyediakan pembiayaan, Bank DBS Indonesia juga hadir dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari solusi pembiayaan hijau dan inklusif, layanan advisory ESG, hingga komitmen internal pada praktik bisnis yang bertanggung jawab
Editor: Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
