Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank mandiri resmi menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham dengan total nilai mencapai Rp9,3 triliun.
BMRI menetapkan dividen interim sebesar Rp100 per saham dan akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per Januari 2026. Aksi korporasi tersebut menandakan kondisi keuangan BMRI masih kuat dengan likuiditas terjaga, serta kinerja yang konsisten dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pembagian dividen interim telah memperhitungkan kondisi permodalan perusahaan yang solid. Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” kata Riduan, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 15 Januari 2026.
|Baca juga: Chandra Asri Group Gelar Pemeliharaan Terjadwal untuk Jaga Keandalan Operasional Pabrik Petrokimia
|Baca juga: Alamtri Resmi (ADRO) Alihkan 1,36 Miliar Saham Hasil Buyback, Ini Dampaknya!
|Baca juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan di BREN senilai Rp11,87 Miliar
Riduan menjelaskan pembagian dividen interim telah menjadi bukti kontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring dengan peran Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar perseroan, serta sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah serta penguatan peran perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Selain itu, pembagian dividen interim tersebut juga didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid hingga akhir November 2025. Hal tersebut tercermin dari fungsi intermediasi perbankan yang tumbuh positif atau di atas rata-rata industri.
Penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.452 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan berada di atas rata-rata industri. Sedangkan di sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.584 triliun.
Pada saat yang sama, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 91 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat serta ruang ekspansi yang tetap memadai. Total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 tercatat mencapai Rp2.120 triliun.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat kontribusi perseroan bagi perekonomian nasional melalui sinergi ekosistem Mandiri Group dan akselerasi di berbagai sektor usaha, sehingga kinerja Bank Mandiri tetap unggul dan bertumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Riduan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
