Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional. Hal itu dilakukan melalui penyaluran kredit infrastruktur yang tumbuh berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi yang terintegrasi untuk memperkokoh fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.
|Baca juga: Survei Sun Life: Lebih dari Setengah Perempuan Indonesia Pilih Prioritaskan Keluarga
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, lanjutnya, Bank Mandiri terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis untuk memperkuat daya saing, memperluas pemerataan, dan mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
|Baca juga: Mirae Asset Soroti Tekanan Eksternal saat IHSG Melemah dan Rupiah di Atas Rp17.000
“Kami meyakini pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan, dikutip dari keterangannya, Rabu, 8 April 2026.
Komitmen itu tercermin dari penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri yang mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, tumbuh 30,8 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 Tahun 2015.
Penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.
|Baca juga: Legislator Sebut IFG Life Diawasi Ketat Demi Jaga Keberlanjutan Industri Asuransi RI
Lebih lanjut, Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi.
Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional. Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional.
“Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” imbuhnya.
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
|Baca juga: OJK Dorong Pendalaman Pasar Modal Lewat Penguatan Suplai, Demand, dan Infrastruktur
“Di sisi lain, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp85,84 triliun,” tukasnya.
Adapun pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp44,34 triliun.
Ke depan, Bank Mandiri meyakini prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi. Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.
“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” tutup Riduan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
