Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan total kredit 7,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.
Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen YoY hingga Rp1.045 triliun.
“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menambahkan dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu BCA melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif. Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA.
|Baca juga: KSSK: Ketidakpastian Global Meningkat di Tengah Perang Dagang dan Arah Suku Bunga AS
“Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” kata Hendra Lembong.
Jika dirinci, kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional. Pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) Rp56,6 triliun.
BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025. Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen YoY menjadi Rp25,2 triliun. Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan dengan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.
“Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen,” jelasnya.
|Baca juga: BNI (BBNI) Siap Tancap Gas Dukung Program Prioritas Pemerintah, Ini yang Sudah Dilakukan
|Baca juga: Taspen Salurkan Manfaat JKK Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
|Baca juga: Naik 4,9%, BCA (BBCA) Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025
Sementara kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen YoY menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan. Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga dua kali lipat YoY menjadi Rp6,2 triliun.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen YoY mencapai Rp3,6 triliun. BCA telah menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini, menawarkan bunga spesial mulai 3,21 persen eff. p.a., mendukung komunitas perempuan pengusaha. Kemudian, per Desember 2025, BCA memiliki 43 ribu lebih debitur perempuan.
“BCA melakukan berbagai upaya mengurangi emisi karbon, salah satunya melalui pengelolaan limbah dari kegiatan operasional hingga 657 ton. Upaya ini dilakukan bersama dengan inisiatif-inisiatif keberlanjutan lainnya seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, dan konservasi alam, dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 tCO2eq,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
