Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI melakukan berbagai inisiatif ramah lingkungan dengan melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di seluruh operasional perusahaan. BNI mencatatkan penghematan energi hingga 559.194 Giga Joule (GJ) sepanjang 2025.
Capaian tersebut dilakukan berasal dari penurunan konsumsi energi listrik yang menjadi bagian dari strategi BNI dalam mendukung operasional rendah emisi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
|Baca juga: Presdir BCA Hendra Lembong Borong Saham BBCA
|Baca juga: OJK Yakin Pembangunan Kampung Nelayan Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan penghematan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan program keberlanjutan secara terintegrasi.
“Penurunan konsumsi energi ini mencerminkan konsistensi BNI dalam menjalankan berbagai program efisiensi energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan,” ujar Alexandra, dikutip dalam keterangan resminya, Jumat, 27 Maret 2026.
|Baca juga: OJK Sebut Tarif AS dan Ketegangan Geopolitik Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Premi Asuransi RI
|Baca juga: OJK Catat 304.950 Agen Asuransi Jiwa, Umum, dan Syariah Miliki QR Code
Menurutnya, capaian tersebut juga sejalan dengan penguatan implementasi konsep bangunan hijau atau green building di lingkungan BNI. Sejumlah gedung operasional perseroan, kata Alexandra, bahkan telah memperoleh sertifikasi dari lembaga independen.
Gedung Menara BNI Pejompongan meraih sertifikasi Green Building Gold, sementara Gedung Plaza BNI BSD memperoleh sertifikasi Green Building Platinum dari Green Building Council Indonesia.
|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia: Kami Mengembangkan Produk Asuransi Sesuai Keinginan Nasabah
|Baca juga: Tekanan IHSG Berpotensi Memengaruhi Kinerja Investasi Industri Asuransi
Selain itu, Gedung BNI di kawasan PIK 2 mendapatkan sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) level Gold dari United States Green Building Council (USGBC) pada kategori Building Construction.
Alexandra menambahkan berbagai pengakuan tersebut menunjukkan transformasi menuju operasional ramah lingkungan tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga diakui secara nasional maupun internasional.
|Baca juga: OJK Ungkap Penempatan Investasi Industri Asuransi di Instrumen Emas Masih Kecil
|Baca juga: Bos OJK Ungkap Update Program Penjaminan Polis Asuransi
“BNI akan terus melanjutkan penguatan implementasi prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis dan operasional sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
