Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan industri perbankan syariah nasional melalui kehadiran anak usaha, Bank Syariah Nasional (BSN), yang efektif di akhir Desember 2025. BSN bahkan menempati posisi kedua sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan aksi korporasi berupaya pemisahan unit usaha syariah tersebut merupakan bagian dari strategi besar BTN dalam memperluas pangsa pasar dan memperkuat layanan perbankan syariah nasional.
“Tahun lalu salah satu inisiatifnya adalah melakukan spin off bank unit usaha BTN Syariah menjadi BSN (atau) Bank Syariah Nasional. Asetnya akhir tahun lalu ditutup di angka hampir Rp73 triliun,” kata Nixon, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Berdasarkan kinerja keuangan, BSN mencatatkan aset sebesar Rp72,9 triliun pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp60,6 triliun. Pada 2024, BTN Syariah berstatus sebagai Unit Usaha Syariah (UUS).
Ke depan, BSN menargetkan pertumbuhan aset agresif hingga Rp130,8 triliun pada 2030, seiring dengan ekspansi bisnis dan penguatan layanan syariah di berbagai segmen. Dari sisi profitabilitas, laba BSN pada 2025 tercatat sebesar Rp800 miliar, yang merupakan akumulasi kinerja saat masih berstatus UUS hingga sebelum spin off, yakni pada 22 Desember 2025.
|Baca juga: Tok! Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Taspen Divonis 3 Tahun Penjara
|Baca juga: OJK Diminta Wajib Buka Pelayanan Pengaduan Penipuan Digital 24 Jam
|Baca juga: Perkuat Energi Terbarukan, OCBC (NISP) Kucurkan PT Investasi Hijau Selaras Rp113 Miliar
“Labanya tahun lalu Rp800 miliar. Mudah-mudahan tahun ini bisa menembus Rp1 triliun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nixon menekankan kinerja fundamental BSN menunjukkan kondisi yang sehat dan solid. “NPL-nya cukup baik, 2,5 persen, DPK-nya juga tumbuh cukup baik. Hari ini sudah jadi bank syariah terbesar nomor dua setelah BSI. Jadi begitu lahir langsung nomor dua mengalahkan CIMB Syariah maupun Muamalat,” pungkas Nixon.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
