Media Asuransi, JAKARTA – Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menegaskan komitmen LPS dalam mendorong peningkatan tata kelola dan ketahanan keamanan siber pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
“LPS turut mendorong peningkatan tata kelola dan ketahanan keamanan siber pada BPR/BPRS,” ujar Anggito, dikutip dari pernyataannya dalam konferensi pers Rapat Hasil KSSK, Rabu, 28 Januari 2026.
Anggito menyampaikan meskipun stabilitas sistem keuangan secara umum masih terjaga, namun LPS mencermati adanya peningkatan risiko keuangan pada BPR/BPRS. Risiko tersebut tidak semata-mata dipengaruhi oleh kondisi keuangan, tetapi juga oleh faktor struktural dan operasional.
|Baca juga: Budi Herawan Sampaikan Apresiasi kepada Anggota dan Mitra pada HUT ke-24 AAUI
|Baca juga: Budi Herawan Diangkat Chairman ASEAN Insurance Council 2026, Berikut Jejak Kariernya
|Baca juga: Tantangan Makroekonomi Diramal Jadi Penghambat Industri Asuransi RI Tumbuh 40% di 2026
Karakteristik kepemilikan dan pengelolaan BPR/BPRS, lanjutnya, turut memperbesar tantangan yang dihadapi sektor ini. “Dominasi kepemilikan perorangan pada BPR/BPRS, lemahnya kontrol internal, serta meningkatnya risiko siber pada BPR/BPRS,” katanya.
Hal tersebut menunjukkan tantangan stabilitas ke depan semakin bersifat struktural dan operasional, bukan hanya siklikal. Oleh karena itu, LPS memandang penguatan infrastruktur dan kapasitas teknologi informasi, terutama menguatkan core banking system BPR/BPRS, merupakan langkah strategis dan mendesak.
“Tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional, tetapi juga untuk memperkuat tata kelola, pengendalian risiko, ketahanan siber, serta kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
