1
1

Bos OJK Minta Penyaluran Kredit dan Pembiayaan UMKM Capai Target di 2026

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap kinerja penyaluran kredit perbankan dan pembiayaan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa terus meningkat dan mencapai target yang sudah ditetapkan pada 2026. Tidak ditampik, banyak faktor yang membuat kinerja kredit dan pembiayaan di sektor tersebut di 2025 belum maksimal.

Ketua DK OJK Mahendra Siregar menjelaskan dari sisi intermediasi lembaga jasa keuangan dalam bentuk kredit dan pembiayaan per November 2025 dan angka-angka awal di Desember 2025 sepertinya pencapaian target di tahun lalu tidak berbeda dari perkiraan atau kisaran yang sudah ditetapkan OJK pada awal tahun.

“Kecuali untuk kredit dan pembiayaan bagi UMKM yang memang jauh lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya,” kata Mahendra, dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Desember 2025, Jumat, 9 Januari 2026.

Berangkat dari kondisi itu, ia mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) terkait untuk bisa melakukan berbagai macam upaya guna meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan untuk sektor UMKM. Hal itu menjadi penting lantaran UMKM mempunyai peranan penting terhadap perekonomian Indonesia.

“Kami berharap tentu di 2026 ini dapat dilakukan peningkatan yang lebih baik terhadap kinerja kredit dan pembiayaan khususnya bagi UMKM sehingga target yang nanti ditetapkan akan dapat dicapai dengan baik,” jelas Mahendra.

Mengutip data OJK, kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai. Pada November 2025, kredit tumbuh 7,74 persen yoy (Oktober 2025: 7,36 persen) menjadi sebesar Rp8.314,48 triliun. Kinerja intermediasi sampai akhir 2025 diperkirakan semakin solid.

Kondisi itu dengan pertumbuhan kredit diperkirakan di atas batas bawah target yang ditetapkan OJK, sementara DPK diyakini akan mencapai pertumbuhan double digit. Hal ini menunjukkan perbankan telah mampu mengatasi berbagai tantangan dalam penyaluran kredit dan sektor riil telah mulai menunjukkan perbaikan permintaan.

Untuk 2026, kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid, dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap stabil, ditopang oleh kualitas kredit yang terjaga dan permodalan yang kuat. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98 persen yoy.

Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen yoy, sementara kredit modal kerja tumbuh 2,04 persen yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12,06 persen yoy, sementara kredit UMKM terkontraksi 0,64 persen yoy.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth
Next Post ASII, HRUM, INKP, dan UNVR Jadi Rekomendasi Saham Wajib Masuk Portofolio Hari Ini

Member Login

or