1
1

BTN (BBTN) Catat KPP dan KUR Tembus Rp4,89 Triliun hingga Maret 2026

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (kiri). | Foto: BTN

Media Asuransi, BANDUNG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur hingga Maret 2026. Kemudian Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp2,72 triliun sebagai bagian dari penguatan ekosistem perumahan nasional.

Sejalan dengan itu, BTN terus memperkuat transformasi bisnis beyond mortgage dengan mengembangkan ekosistem perumahan terintegrasi, mulai dari sisi pembiayaan hingga penguatan suplai dan permintaan.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan tantangan sektor perumahan saat ini tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari sisi pasokan.

|Baca juga: BPJS Kesehatan Kerahkan Kecerdasan Buatan, Urus Klaim Kini Tak Lagi Lambat?

|Baca juga: Rasio Klaim BPJS Kesehatan di Awal 2026 Jebol Jadi 111,86%, Pecah Rekor Tertinggi dalam 8 Tahun

Ia menjelaskan permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat. Sementara tantangan di sektor perumahan lebih banyak berasal dari sisi suplai, seperti ketersediaan lahan dan perizinan.

“BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Hirwandi, dalam media gathering di Bandung, Kamis, 9 April 2026.

Dari sisi debitur, KPR subsidi BTN didominasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan, baik dari sektor informal maupun formal.

|Baca juga: MSIG Life dan Nanobank Syariah Luncurkan SIAGA Wujudkan Dana Berkah untuk Masa Depan Keluarga

|Baca juga: Perkuat Ekosistem Pembayaran Global, Livin’ by Mandiri Kini Bisa Digunakan di Korea Selatan

Untuk memperkuat ekosistem, realisasi KPP terdiri dari sekitar Rp1,47 triliun yang disalurkan ke sisi suplai seperti pengembang dan kontraktor, serta Rp700 miliar ke sisi permintaan untuk pembelian hingga renovasi rumah.

Di luar sektor perumahan, penyaluran KUR BTN didominasi sektor perdagangan sebesar 59,22 persen, diikuti akomodasi dan makanan minuman 12,36 persen, serta konstruksi 10,08 persen. BTN juga mencatat sebanyak 4.719 debitur naik kelas dalam program KUR.

Seiring digitalisasi, BTN mengembangkan platform Bale Properti yang telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti dan rata-rata 780 pengajuan KPR daring per bulan. Platform ini juga didukung 426 mitra pengembang dan agen, dengan waktu proses rata-rata tiga hari.

|Baca juga: Perlindungan Investor Dinilai Masih Lemah, Indonesia SIPF Minta Dasar Hukum Ditingkatkan Jadi UU

|Baca juga: Komisi XI Apresiasi Kinerja BI pada 2025 di Tengah Volatilitas Ekonomi Global

Selain itu, BTN menghadirkan inovasi berbasis keberlanjutan seperti pembayaran angsuran KPR melalui pengelolaan sampah, serta program BTN Housingpreneur untuk meningkatkan kapasitas pengembang skala kecil dan menengah.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menambahkan transformasi ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendampingi kebutuhan finansial masyarakat. Ke depan, lanjutnya, BTN terus memperkuat transformasi menuju beyond mortgage.

“Di mana BTN tidak hanya melayani pembiayaan rumah, tetapi juga kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Respons OCBC (NISP) saat BI-Rate Berpeluang Tidak Turun di 2026
Next Post BTN (BBTN) Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

Member Login

or