1
1

BTN (BBTN) Genjot Nasabah Baru dari Kalangan Anak Muda Lewat BTN Expo 2026

Pembukaan BTN Expo 2026. | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menargetkan akuisisi 20 ribu hingga 25 ribu nasabah baru melalui penyelenggaraan BTN Expo 2026. Target tersebut didorong oleh tingginya minat pembiayaan perumahan serta penguatan layanan digital, terutama dari segmen milenial dan Gen Z.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan BTN Expo 2026 menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperluas basis nasabah sekaligus mempercepat transformasi layanan berbasis ekosistem terintegrasi, mencakup sektor perumahan, bisnis, dan gaya hidup.

|Baca juga: LPS Terapkan Kebijakan Relaksasi Pembayaran Premi untuk Bank Terdampak Bencana Sumatra

|Baca juga: OJK Siapkan Banyak Amunisi untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

|Baca juga: Bos BI: Cadangan Devisa Menguat dan Rupiah Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Global

“Jadi kita berharap dari BTN Expo 2026 ini bisa mencapai kurang lebih 20.000-25.000 pengguna baru melalui program-program yang kita kembangkan,” kata Setiyo, di acara pembukaan BTN Expo 2026, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Januari 2026.

Dari sisi pembiayaan, BTN mencatat permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tinggi selama gelaran BTN Expo 2026. Setiap hari, akad KPR baru tercatat sekitar 1.000 unit atau berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total akad KPR BTN.

|Baca juga: Berikut 4 Saham yang Direkomendasikan Hari Ini saat IHSG Masih Rawan Longsor

|Baca juga: Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat, Berikut Faktor Penyebabnya!

|Baca juga: DPR Minta Publik dan Pelaku Pasar Bersikap Proporsional Respons Pergantian Deputi Gubernur BI

Dengan durasi pameran selama lima hari, jumlah akad KPR baru diperkirakan mencapai sekitar 500 unit. Mayoritas pembeli rumah dan nasabah KPR berasal dari segmen milenial dan Gen Z dengan porsi lebih dari 75 persen dari total nasabah baru.

Setiyo menjelaskan perubahan profil nasabah tersebut mendorong BTN untuk menyesuaikan strategi bisnis, baik dari sisi proses maupun produk pembiayaan. Salah satu fokus utama adalah digitalisasi proses pembelian rumah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional.

BTN mengandalkan platform Bale Property sebagai kanal digital untuk memfasilitasi calon pembeli dalam mencari, memilih, hingga mengajukan pembelian rumah secara daring tanpa harus melihat fisik properti secara langsung.

“Jadi kita memiliki Bale Property. Jadi, pembelian rumah itu sekarang bisa online, jadi tidak harus lihat fisik,” jelasnya.

Menurut Setiyo pemanfaatan kanal digital tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja pembiayaan BTN. Dalam setahun terakhir, realisasi pencairan KPR secara daring tercatat mencapai Rp2,8 triliun.

“Jadi lebih dari 10 persen, booking online KPR BTN itu sudah bisa online atau full digital,” tukasnya.

|Baca juga: Dihantam Gejolak Global, KSSK Sebut Penerimaan Perpajakan Baru Capai 89% di Kuartal IV/2025

|Baca juga: Tembus Rp744 Triliun, KSSK Catat Pembiayaan APBN 2025 Melonjak di Atas Target

Baca juga: Oona Insurance (ABDA) Umumkan Pergantian Sekretaris Perusahaan Baru, Siapa Dia?

Selain mendorong transaksi pembiayaan, BTN Expo 2026 juga dirancang sebagai pameran terpadu yang menggabungkan sektor properti, bisnis, dan gaya hidup. Kegiatan ini mencakup pameran properti, program penjaringan talenta melalui BTN Hiring, hingga pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.

Pendekatan berbasis ekosistem menjadi strategi menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri keuangan dan perumahan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, peluang usaha, serta layanan keuangan dalam satu rangkaian kegiatan.

BTN Expo 2026 juga menyoroti isu keberlanjutan, termasuk dukungan terhadap hunian terjangkau dan ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Harap GRHA AAJI Lahirkan SDM Kompeten hingga Adaptif terhadap Perubahan
Next Post Ironi Green Finance: Mengapa Ekonomi Rakyat Tertinggal dalam Narasi Keberlanjutan Indonesia?

Member Login

or