Media Asuransi, BANDUNG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menargetkan penandatanganan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada April 2026. Sinergi itu terkait pengembangan hunian vertikal di kawasan strategis Jakarta.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan saat ini kedua belah pihak masih dalam tahap finalisasi sebelum masuk ke penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
|Baca juga: Rasio Klaim BPJS Kesehatan di Awal 2026 Jebol Jadi 111,86%, Pecah Rekor Tertinggi dalam 8 Tahun
|Baca juga: BI Bakal Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah, Ini Rinciannya!
“Tapi ini kan belum MoU ya, mudah-mudahan saya sih kalau ditanya pengennya April ini, kita teken bareng bareng Dirut KAI dan beberapa institusi yang akan menjadi penyedia, konsumen dalam hal ini,” kata Nixon, dalam media gathering, di Bandung, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan proyek tersebut direncanakan berada di sejumlah titik strategis seperti Senen, Manggarai, hingga Tanah Abang, dengan fokus pada pembangunan hunian vertikal untuk menjawab kebutuhan perumahan di perkotaan.
Menurut Nixon, saat ini BTN dan KAI tengah menghitung serta merancang jumlah unit yang akan dibangun pada tahap awal. Perseroan menargetkan pembangunan minimal lima tower pada fase pertama, khususnya di wilayah Jakarta.
|Baca juga: Perkuat Ekosistem Pembayaran Global, Livin’ by Mandiri Kini Bisa Digunakan di Korea Selatan
|Baca juga: BPJS Kesehatan Kerahkan Kecerdasan Buatan, Urus Klaim Kini Tak Lagi Lambat?
Meski demikian, ia menegaskan, kerja sama tersebut masih menunggu kesiapan dari pihak KAI, terutama terkait aspek perizinan dan ketersediaan lahan. Dalam skema kerja sama ini, KAI tidak menanggung biaya lahan, melainkan berfokus pada pembangunan melalui anak usahanya, KAI Properti, serta pembiayaan KPR oleh BTN.
Dengan skema tersebut, harga hunian diharapkan menjadi lebih terjangkau. Ia menilai lokasi proyek yang berada di sekitar kawasan stasiun menjadi nilai tambah karena berada di pusat aktivitas ekonomi.
“Jadi ini juga mengurangi keborosan penggunaan lahan, supaya lahan hijaunya itu enggak boleh habis,” ujarnya.
|Baca juga: Komisi XI Apresiasi Kinerja BI pada 2025 di Tengah Volatilitas Ekonomi Global
|Baca juga: MSIG Life dan Nanobank Syariah Luncurkan SIAGA Wujudkan Dana Berkah untuk Masa Depan Keluarga
Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN terus mendorong percepatan penyediaan hunian layak, termasuk melalui optimalisasi aset negara.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut pembangunan hunian bagi warga di bantaran rel Senen ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026. Saat ini, pembangunan rumah susun sebanyak 324 unit telah dimulai di kawasan tersebut, sementara KAI juga menyiapkan sekitar 500 unit hunian di kawasan Kramat, Jakarta.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
