Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau sekitar 25 persen dari total pembiayaan yang disalurkan di 2025. Besarnya pembiayaan berkelanjutan ini didorong oleh ekspansi pembiayaan ke sektor energi terbarukan, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa pada 2025, pihaknya terus mewujudkan komitmen untuk memajukan nasabah dan masyarakat melalui inisiatif keberlanjutan dan dampak sosial yang terintegrasi.
Menurutnya, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan signifikan pada program sustainability-linked loan dan solusi lainnya dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan non-ritel. “Hingga Desember 2025, kami mencatat bahwa 70 persen dari portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan,” kata Lani dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 27 Februari 2026.
|Baca juga: CIMB Niaga (BNGA) Bukukan Laba Rp8,8 Triliun
Dia jelaskan, CIMB Niaga juga terus meningkatkan efisiensi energi operasional melalui pemasangan panel surya di dua gedung kantor, modernisasi peralatan kantor, serta pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC). Inisiatif ini memungkinkan CIMB Niaga mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 & 2 sebesar 46 persen dibandingkan posisi awal (baseline) tahun 2019.
Selain itu, bersama CIMB Group, CIMB Niaga secara rutin memantau pencapaian target dekarbonisasi interim pada enam sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi, yaitu tambang batu bara termal, kelapa sawit, semen, ketenagalistrikan, real estat, serta minyak dan gas bumi. Hingga 2024, lebih dari 50 persen atau empat dari enam target Net Zero sektor spesifik tahun 2030 telah menunjukkan kinerja sesuai dengan skenario acuan .
Lani menuturkan bahwa CIMB Niaga juga terus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berarti melalui empat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), mencakup pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan.
|Baca juga: CIMB Niaga (BNGA) Ajak Nasabah Kelola Gaji dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Pada 2025, inisiatif ini menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di bidang pendidikan, dan mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bekerja sama dengan UNICEF.
Dalam pilar pemberdayaan ekonomi serta iklim dan lingkungan, Bank memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha yang dimiliki wanita dan penyandang disabilitas di Indonesia Timur, serta menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂.
“Pencapaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilient,” jelas Lani.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
