Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang di Asia, kebutuhan akan model bisnis yang berkelanjutan dan yang menciptakan dampak sosial kian relevan.
Menjawab hal tersebut, DBS Foundation kembali memberikan dukungan hibah sebesar SGD4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada para 22 social enterprise dan bisnis berdampak sosial atau Businesses For Impact (BFI) di Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025.
Di Indonesia, DBS Foundation memberikan dana hibah sebesar SGD850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise dan BFI, yakni Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Dukungan tersebut diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
“Kami percaya bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan,” kata Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 12 Maret 2026.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, ia menambahkan, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Karena itu, melalui DBS Foundation Grant Program, Bank DBS Indonesia tidak hanya menyediakan pendanaan, namun juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya.
|Baca juga: HUT ke-48 APPARINDO Jadi Momentum Perkuat Peran Industri Pialang Asuransi
|Baca juga: Milenial hingga Gen Z Dinilai Jadi Motor Percepatan Inklusi Keuangan Syariah
|Baca juga: OJK Siap Implementasikan New RBC di Industri Asuransi, Begini Kata Bos AAUI!
“Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif. Kami berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mona Monika.
Penyaluran hibah ini tidak hanya menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan DBS Foundation, tetapi juga mencerminkan semakin matangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Pada 2023, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat sekitar 20.000 wirausaha sosial, meningkat dari 15.000 pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya komitmen pelaku usaha untuk menjadikan dampak sosial sebagai bagian integral dari model bisnisnya dan membutuhkan dukungan yang tepat agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
DBS Foundation Grant Program merupakan inisiatif DBS Foundation sejak 2014 untuk mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga ketenagakerjaan inklusif.
Tahun ini, lima penerima hibah dengan pendekatan solusi yang beragam dipilih untuk memperluas dampaknya di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Pulau Jawa hingga Indonesia Timur.
DBS Foundation juga memperluas cakupan dukungannya ke sektor kesehatan melalui hadirnya DoctorTool di bidang healthtech, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer dan memperluas akses bagi masyarakat yang masih kurang terlayani (underserved).
“Ini bukan hanya program hibah bagi kami, ini tentang membangun ekosistem kolaboratif di mana perusahaan swasta, komunitas, dan institusi dapat secara kolektif menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan sosial Indonesia,” pungkas Mona.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
