1
1

Digital Banking Berpeluang Dongkrak Penyaluran Kredit UMKM di 2026

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Perkembangan layanan digital banking dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia pada 2026.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai hal tersebut terjadi di tengah mulai membaiknya konsumsi masyarakat. Perbankan digital dianggap dapat menjadi solusi untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan kredit UMKM yang masih terjadi.

Nailul mengatakan indikator konsumsi masyarakat sebenarnya masih relatif kuat, meskipun terdapat sedikit penurunan pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Ia merinci IKK sempat turun dari sekitar 127 menjadi 125.

Meski demikian, penurunan tersebut lebih mencerminkan penurunan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan yang dipengaruhi sejumlah isu domestik, termasuk kondisi ketenagakerjaan.

“Kalau kita lihat sebenarnya konsumsi yang memang menurun itu adalah ekspektasinya. Ekspektasi ke depan itu turun dari masyarakat terkait beberapa isu baik di daerah hingga domestik,” ujar Huda, dalam acara Amar Bank Digital Banking Outlook 2026, Selasa, 10 Maret 2026.

Namun, ia justru menyoroti adanya anomali pada sisi pembiayaan usaha, khususnya kredit UMKM. Data menunjukkan secara umum pertumbuhan kredit perbankan sudah mulai pulih. Berdasarkan data yang ditunjukkan, pertumbuhan kredit secara umum mengalami kenaikan sekitar 11 persen di akhir Desember 2025.

Kendati demikian, kondisi tersebut belum tercermin pada pembiayaan sektor UMKM. Kredit UMKM justru masih mengalami kontraksi dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Tapi untuk kredit UMKM itu masih mengalami kontraksi, artinya dibandingkan dengan tahun lalu kredit UMKM itu masih tumbuh minus. Ini menjadi masalah, bagaimana kalau kita lihat dari sisi konsumsinya yang sudah mulai membaik. Tapi satu sisi ternyata tidak menumbuhkan kredit dari UMKM,” ujarnya.

Padahal, UMKM selama ini dikenal sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional. Ketika akses pembiayaan terhadap sektor tersebut melemah, potensi pemulihan ekonomi juga dapat terhambat.

Selain itu, Celios juga menyoroti tren penurunan proporsi kredit UMKM dalam struktur pembiayaan perbankan. Ia menyebutkan porsi kredit UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) maupun terhadap total kredit perbankan cenderung terus menurun.

Dalam konteks itu, Nailul menilai, perkembangan digital banking dapat menjadi peluang untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Teknologi digital dinilai mampu menjangkau pelaku usaha yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem perbankan konvensional.

Ia mengingatkan pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan dapat mencapai sekitar 30 persen. Namun saat ini realisasinya masih berada di kisaran 20 persen.

“Nah, makanya ini yang kita lihat sebenarnya adalah peluang nih untuk digital banking atau pun dari sisi teknologi. (Digital Banking) bisa menggerek proporsi kredit UMKM terhadap total kreditnya, menjadi lebih tinggi,” pungkas Huda.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Selasa Ditutup di Zona Hijau

Member Login

or