1
1

Ekonom Permata Bank Sebut Kredit Perbankan Berpeluang Tumbuh 10% di 2026

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memperkirakan penyaluran kredit perbankan akan tetap tumbuh positif di 2026. Meski demikian, peningkatan tersebut bakal terbatas sejalan dengan masih adanya ketidakpastian yang memengaruhi perekonomian Indonesia.

“Kalau dilihat dari data OJK menunjukkan kredit perbankan di akhir 2025 itu cukup tinggi ya, (tumbuh) 9,63 persen,” kata Josua, dalam konferensi pers usai public expose Permata Bank, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Dengan asumsi pertumbuhan kredit perbankan di 2025 cukup tinggi, tambahnya, ditambah skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan Permata Bank di kisaran 5,1 persen hingga 5,2 persen maka pertumbuhan kredit perbankan Tanah Air diramal meningkat relatif terbatas.

|Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah Berpotensi Masuk ke Indonesia? Begini Kata Ajaib!

“Dengan baseline skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar 5,1-5,2 persen sehingga secara industri kami melihat terdapat potensi peningkatan terbatas dari sisi pertumbuhan kredit (perbankan) di tahun ini di mana kami melihat akan berada di kisaran 10 persenan untuk pertumbuhan kredit industri,” ucapnya.

Ia menambahkan dengan situasi global yang penuh ketidakpastian maka Permata Bank melihat sektor-sektor ekonomi yang mengandalkan ekonomi domestik akan memiliki daya tahan lebih kuat dibandingkan dengan sektor-sektor yang bergantung kepada pasar ekspor atau yang terkait dengan nilai tukar dan harga minyak mentah.

“Kami melihat koreksinya relatif konservatif dan flat namun kami melihat kualitas kredit ke depannya masih tetap positif,” ucapnya.

|Baca juga: Ekonom Permata Bank: Pimpinan Baru OJK Harus Segera Pulihkan Kepercayaan Pasar

Di sisi lain, Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,1–5,2 persen pada 2026. Potensi peningkatan menuju 5,2–5,3 persen terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan reformasi struktural semakin memperkuat keyakinan pelaku usaha serta konsumen.

Dalam proyeksi tersebut, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama, sementara volatilitas pasar keuangan global serta dinamika perdagangan dunia menjadi faktor yang perlu dicermati.

Sedangkan penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Ekonom Permata Bank: Pimpinan Baru OJK Harus Segera Pulihkan Kepercayaan Pasar
Next Post Prediksi IHSG dan 4 Saham Berpeluang Cuan di Akhir Pekan

Member Login

or