Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri menyelenggarakan Mandiri Micro Fest (MMF) 2025. Acara ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memperkuat kapasitas usaha pelaku mikro.
MMF 2025 dirancang sebagai rangkaian program pengembangan terintegrasi yang diikuti pelaku UMKM, mulai dari festival, pelatihan dan mentoring, hyperlocal atau promosi usaha melalui kolaborasi dengan influencer lokal, hingga tahap Champion, di mana pelaku usaha mempresentasikan strategi ekspansi bisnisnya.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari menyampaikan MMF 2025 difokuskan untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM, mulai dari penguatan literasi bisnis hingga percepatan digitalisasi transaksi.
Saptari menjelaskan MMF telah sukses digelar di tiga kota besar yakni Medan, Surabaya, dan Jakarta, dengan melibatkan 150 UMKM yang aktif mengikuti seluruh rangkaian program, dari festival hingga tahap champion.
Kehadiran lebih dari 6.000 pengunjung di tiga kota menjadikan festival ini momentum penting bagi UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan merek, sekaligus membangun relasi baru dengan konsumen.
|Baca juga: Bank MNC (BABP) Tegaskan Tidak Ada Fakta Material di Balik Volatilitas Saham
|Baca juga: Pegadaian Berhentikan Sudarto dan Angkat Mei Ling sebagai Komisaris
|Baca juga: Profil Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, 2 Plt Ketua AAJI yang Baru
“Pada rangkaian MMF 2025 ini, peserta UMKM tercatat mengalami kenaikan frekuensi transaksi QRIS Livin’ Merchant hingga 45 persen, atau hampir 3.000 transaksi tambahan,” kata Saptari, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Januari 2026.
Hal tersebut, kata Saptari, mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan sekaligus membuktikan pelaku UMKM peserta MMF 2025 berhasil meningkatkan kapasitas usahanya secara nyata. Usai rangkaian Festival, peserta melanjutkan pengembangan usaha melalui pelatihan dan mentoring yang digelar di Rumah BUMN.
Program ini menghadirkan mentor berpengalaman dengan fokus pada pengelolaan keuangan dan strategi promosi usaha. Perjalanan peserta berlanjut ke tahap Champion, di mana UMKM memaparkan strategi ekspansi bisnis jangka menengah untuk dua hingga tiga tahun ke depan.
Tahap ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan visi usaha, kesiapan bersaing, dan komitmen menembus pasar yang lebih luas. Saptari menambahkan MMF 2025 merupakan hasil kolaborasi strategis Bank Mandiri bersama Rumah BUMN dan Dinas Koperasi & UMKM di masing-masing daerah.
Sinergi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional dengan membangun fondasi ekonomi mikro yang tangguh dan inklusif. “Mandiri Micro Fest bukan sekadar festival, tetapi merupakan platform akselerasi bagi pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas secara berkelanjutan,” pungkas Saptari.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
