Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menyiapkan sejumlah aksi korporasi sepanjang 2026 untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Langkah tersebut mencakup penerbitan pendanaan pasar, penambahan modal, hingga ekspansi melalui pembentukan anak usaha baru.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perseroan akan menerbitkan wholesale funding atau pendanaan melalui obligasi dengan nilai total mencapai Rp 4 triliun. Penerbitan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap sejak semester I hingga semester II/2026.
Selain pendanaan pasar, BTN juga akan melakukan penguatan permodalan sebesar Rp2 triliun yang ditargetkan terealisasi pada semester II/2026. Penguatan modal ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga rasio permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke depan.
|Baca juga: Berikut Pola Belanja Konsumen untuk Bantu Brand Maksimalkan Penjualan Online di Ramadan 2026
|Baca juga: Tantangan Makroekonomi Diramal Jadi Penghambat Industri Asuransi RI Tumbuh 40% di 2026
“Aksi korporasi yang akan kami lakukan di 2026 ini, yaitu penerbitan capital lagi Rp2 triliun, ini kita harapkan juga dibeli Danantara. Kemudian ada bonds Rp4 triliun atau wholesale funding,” ujar Nixon, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Dari sisi pengembangan usaha, BTN juga menyiapkan rencana pendirian anak perusahaan baru, salah satunya adalah pembentukan anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar, yang ditargetkan dapat direalisasikan pada semester II/2026.
|Baca juga: Bank BUMD Dinilai Alami Tumpang Tindih Aturan OJK dan Pemerintah
Tak hanya itu, BTN turut merencanakan pendirian anak usaha di bidang perusahaan pembiayaan dengan nilai investasi berkisar Rp3 triliun hingga Rp5 triliun. Rencana ini juga ditargetkan berjalan pada semester II/2026, seiring upaya perseroan memperluas sumber pendapatan dan memperkuat ekosistem bisnis perumahan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
