Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar enam persen hingga tujuh persen pada 2026. Optimisme ini seiring dengan sejumlah strategi yang disiapkan BCA untuk mendorong penyaluran KPR BCA pada tahun ini.
SVP Consumer Credit Division BCA, Melani Megawati, mengungkapkan bahwa perseroan fokus untuk memberikan pelayanan berkualitas bagi nasabah yang ingin mengambil KPR. “Kami memiliki situs rumahsaya.bca.co.id yang menjadi layanan one-stop shopping bagi nasabah yang ingin membeli rumah dengan fasilitas KPR,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Dijelaskan bahwa lewat situs ini, nasabah dapat melakukan browsing untuk melihat listing properti dari sejumlah developer dan agen properti yang sudah menjadi mitra BCA. “Tidak hanya itu, nasabah juga dapat langsung melakukan simulasi kredit dan melakukan pengajuan kredit lewat situs ini,” tuturnya.
|Baca juga: BCA Lanjutkan Ekspansi Kantor Cabang di Era Digital, Bidik Wilayah Indonesia Timur
Melani juga menjelaskan bahwa kini nasabah dapat mengetahui sisa angsuran lewat aplikasi myBCA. Selain itu, BCA juga telah menawarkan after sales service yang dapat diakses langsung oleh konsumen melalui aplikasi haloBCA. Dia menuturkan bahwa jika nasabah punya pertanyaan soal bunga atau hal-hal lain terkait KPR, mereka tidak perlu bingung mencari siapa yang bisa ditanyakan.
Dari sisi suku bunga, BCA mengusung program bunga fixed berjenjang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi nasabah yang mengambil program KPR BCA. Melani menyebutkan penawaran program bunga fixed berjenjang dengan bunga kompetitif telah menjadi magnet khususnya bagi generasi muda atau Gen Z untuk mendapatkan rumah impiannya.
|Baca juga: BCA Raih Sertifikasi Internasional untuk Privasi Data dan AI
Melalui penawaran ini, Gen Z dapat menyesuaikan bunga cicilan dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Sebagai contoh, pada program bunga fixed berjenjang ini, nasabah dapat mengambil bunga fixed tiga tahun pertama, lalu bunga fixed yang berbeda untuk tiga tahun berikutnya, dan selanjutnya untuk empat tahun ke depan.
“Bunganya rendah di awal, dan perlahan akan menyesuaikan, dengan asumsi kalangan Gen Z juga memiliki kenaikan income seiring bertambahnya masa kerja atau perjalanan usahanya yang terus berkembang. Oleh karena itu, program ini sangat populer di Gen Z,” tutur Melani.
|Baca juga: OJK Pede Asuransi Wajib TPL dan Bencana Buat Aset Industri Perasuransian RI Melonjak
BCA juga secara rutin menawarkan promo menarik untuk mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dalam BCA Expoversary 2026 yang menawarkan bunga spesial KPR 1,69 persen fixed satu tahun, dengan diskon provisi 50 persen dan diskon asuransi jiwa lima persen, yang berlaku hingga 31 Maret 2026.
Selain strategi yang telah disiapkan BCA, Melani juga menjelaskan bahwa optimisme pertumbuhan KPR didukung oleh sejumlah insentif yang diusung pemerintah, misalnya perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian properti baru dengan harga tertentu.
“Kami melihat bahwa perpanjangan insentif PPN DTP merupakan stimulus bagi pertumbuhan permintaan properti pada tahun 2026, dan harapannya juga berdampak positif bagi kenaikan penyaluran KPR BCA,” tutur Melani.
Editor: S. Edi Santosa
Caption: SVP Credit Consumer BCA Melani Megawati (kanan). (foto: doc. BCA)
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
