1
1

Jajaran Direksi Bank J Trust Kompak Borong Saham BCIC

Suasana pelayanan di J Trust Bank. | Foto: J Trust Bank

Media Asuransi, JAKARTA – Sejumlah anggota Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) menunjukkan optimisme terhadap prospek perusahaan dengan melakukan aksi beli saham secara serempak. Langkah investasi pribadi ini tercatat dilakukan pada 26 Maret 2026 melalui transaksi pembelian saham biasa di pasar modal.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa, 31 Maret 2026, empat anggota direksi terpantau menambah porsi kepemilikan saham mereka. Jajaran manajemen yang melakukan transaksi tersebut adalah Helmi Arif Hidayat, Felix Istyono Hartadi T, Ritsuo Fukadai, dan R. Djoko Prayitno.

Helmi Arif Hidayat mencatatkan pembelian sebesar 81.100 unit saham pada harga Rp123 per lembar. Dengan transaksi ini, total kepemilikan saham Helmi meningkat dari semula 2.842.100 unit menjadi 2.923.200 unit saham. Meski jumlah unit bertambah, namun persentase hak suara Helmi tetap berada di angka 0,016 persen.

|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang

|Baca juga: Segarkan Jajaran Manajemen, Victoria Insurance Resmi Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru

Langkah serupa diikuti oleh R. Djoko Prayitno yang memborong 78.900 unit saham dengan harga pelaksanaan Rp126 per lembar. Aksi ini membuat koleksi sahamnya di BCIC melonjak menjadi 2.916.800 unit dari posisi sebelumnya sebesar 2.837.900 unit.

Sementara itu, Felix Istyono Hartadi dan Ritsuo Fukadai melakukan pembelian pada harga Rp127 per lembar saham. Felix menambah 39.200 unit sehingga total kepemilikannya menjadi 1.424.600 unit, sedangkan Ritsuo Fukadai menyerap 3.900 unit yang membuat total sahamnya kini mencapai 139.100 unit.

Dalam dokumen laporan tersebut, para direksi secara tegas menyatakan seluruh transaksi yang dilakukan bertujuan untuk investasi. Status kepemilikan saham tersebut merupakan kepemilikan langsung yang dilakukan oleh masing-masing individu tanpa melalui skema repurchase agreement.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Laba Tertekan, BUMA Group (DOID) Rugi US$128 di 2025
Next Post BTN (BBTN) Perkuat Ekosistem Digital Lewat balé by BTN

Member Login

or