Media Asuransi, JAKARTA – Sejumlah Anggota Direksi PT Bank CIMB Niaga Tbk atau CIMB Niaga terpantau secara serempak menambah porsi kepemilikan saham mereka di bank berkode emiten BNGA tersebut.
Aksi korporasi ini dilakukan melalui pelaksanaan Program Material Risk Takers (MRT) yang dieksekusi pada akhir Maret 2026 sebagai bentuk komitmen dan penyelarasan kepentingan manajemen dengan kinerja jangka panjang perseroan.
Sebanyak lima direktur bank swasta tersebut melaporkan penambahan kepemilikan saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.765 per lembar saham. Transaksi yang berlangsung pada 31 Maret 2026 ini mencakup klasifikasi saham biasa dengan status kepemilikan langsung.
|Baca juga: Mirae Asset Soroti Tekanan Eksternal saat IHSG Melemah dan Rupiah di Atas Rp17.000
|Baca juga: Survei Sun Life: Lebih dari Setengah Perempuan Indonesia Pilih Prioritaskan Keluarga
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan tercatat menambah kepemilikannya sebanyak 12.000 unit saham. Dengan tambahan ini, total kepemilikan saham Lani Darmawan meningkat dari sebelumnya 2.017.501 unit menjadi 2.029.501 unit saham, yang merepresentasikan 0,01 persen hak suara dalam perseroan.
“Sesuai dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 3 POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, melaporkan bahwa saya telah memiliki saham perusahaan terbuka,” ungkap Lani Darmawan, dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip, Rabu, 8 April 2026.
|Baca juga: OJK Dorong Pendalaman Pasar Modal Lewat Penguatan Suplai, Demand, dan Infrastruktur
|Baca juga: Legislator Sebut IFG Life Diawasi Ketat Demi Jaga Keberlanjutan Industri Asuransi RI
Selain Lani Darmawan, empat direktur lainnya yakni Fransiska Oei Lan Siem, Lee Kai Kwong, Pandji Pratama Djajanegara, dan Rusly Johannes masing-masing menambah sebanyak 8.000 unit saham. Secara akumulatif, penambahan ini memperkuat basis investasi pribadi jajaran manajemen di bank tersebut.
Secara rinci, kepemilikan Fransiska Oei kini mencapai 1.163.601 unit, Lee Kai Kwong sebanyak 921.900 unit, Pandji Pratama sebesar 913.726 unit, dan Rusly Johannes mengantongi 1.061.301 unit saham. Seluruh transaksi ini dilakukan secara pribadi dan bukan merupakan bagian dari kelompok terorganisasi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
