1
1

KB Bank (BBKP) Salurkan Kredit Rp10,64 Triliun dari Dana Rights Issue Rp11,9 Triliun

Gedung KB Bank. | Foto: KB Bank

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank mengumumkan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII). Hingga akhir Desember 2025, emiten bank ini tercatat menyerap hampir seluruh dana bersih hasil aksi korporasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis secara masif.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp11,99 triliun melalui skema rights issue yang efektif pada Mei 2023. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp60,66 miliar, KB Bank mengantongi dana bersih senilai Rp11,93 triliun untuk mendukung target pertumbuhan jangka panjang.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menjelaskan fokus utama penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat daya saing entitas anak serta memperluas jangkauan kredit di berbagai segmen strategis. Dari total dana yang ada, sebagian besar telah disuntikkan sebagai tambahan modal pada anak usaha di bidang pembiayaan dan perbankan syariah.

“Sampai dengan 31 Desember 2025, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana hasil bersih PUT VII sebagai tambahan investasi pada entitas anak, yaitu KBBF sebesar Rp592 miliar dan KBBS sebesar Rp694,5 miliar,” ujar Kunardy Darma Lie, dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Senin, 19 Januari 2026.

|Baca juga: Ekonom Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Jadi Modal Konsumsi Domestik Topang Pertumbuhan di Awal 2026

|Baca juga: Bidik Lonjakan Transaksi Kartu Kredit 20%, Permata Bank (BNLI) Gandeng Japan Airlines Gelar Travel Fair 2026

|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Pasang Target Kredit Konsumer Tumbuh 10% di 2026

Selain penguatan modal anak usaha, porsi terbesar dari dana hasil rights issue yakni senilai Rp10,64 triliun, telah habis terserap untuk memacu penyaluran kredit baru. Manajemen memfokuskan pertumbuhan kredit ini pada debitur berkualitas tinggi di sektor ritel, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), wholesale, hingga segmen khusus Indonesia-Korea Business Link.

Realisasi penggunaan dana yang sangat signifikan ini mencerminkan komitmen KB Bank dalam mempercepat transformasi bisnis di pasar domestik. Dengan terserapnya dana tersebut, rasio kecukupan modal perseroan tetap terjaga kokoh di tengah upaya agresif perusahaan dalam menjaring peluang ekonomi baru.

“Dana tersebut telah digunakan perseroan untuk melakukan ekspansi kredit baru berkualitas baik, yang difokuskan pada segmen ritel, UKM, wholesale, dan Indonesia-Korea Business Link,” kata Kunardy.

Hingga saat ini, hanya tersisa dana sekitar Rp3,5 miliar yang belum digunakan dari total pagu investasi yang direncanakan. Sisa dana tersebut dialokasikan untuk penambahan modal pada Bank KB Bukopin Syariah (KBBS), yang realisasinya masih menunggu penyelesaian proses administratif serta persetujuan dari otoritas dan regulator terkait.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Manajemen Maximus Insurance (ASMI) Buka Suara terkait Fluktuasi Saham
Next Post RKAB 2026 Disetujui, Vale Indonesia (INCO) Lanjutkan Operasional dan Keberlanjutan Investasi

Member Login

or