1
1

Kenaikan Pajak Turis dan Larangan WN China Tekan Minat Wisata ke Jepang di 2026

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Rencana kenaikan pajak wisatawan di Jepang serta imbauan larangan perjalanan bagi Warga Negara China menjadi dua sentimen negatif yang berpotensi menekan minat wisatawan mancanegara ke Jepang pada 2026. Kondisi ini dinilai akan berdampak langsung terhadap harga tiket penerbangan dan pergerakan pasar pariwisata.

Sales Manager Japan Airlines (JAL) Benny Herlian mengatakan kenaikan International Tourist Tax yang direncanakan mulai Juli 2026 hampir pasti akan diikuti penyesuaian harga tiket pesawat. Karena itu, wisatawan yang berencana berlibur ke Jepang disarankan membeli tiket lebih awal sebelum kebijakan tersebut berlaku.

“Biasanya adanya kenaikan (pajak) itu kita cek akan ada dampak signifikan dengan minat wisatawan dan market price terutama dari Jakarta,” kata Benny, saat konferensi pers Permata Bank x Japan Airlines (JAL) Travel Fair, di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Selain pajak, faktor geopolitik juga turut memengaruhi minat perjalanan ke Jepang. Imbauan Pemerintah China kepada warganya untuk tidak berkunjung ke Jepang disebut berdampak signifikan terhadap industri penerbangan.

“Jadi (adanya imbauan) itu sebenarnya berdampak sekali. Terutama dari sisi penerbangan itu ada beberapa yang tiketnya harus di refund atau diganti,” ujarnya.

|Baca juga: Astra International (ASII) Resmi Hentikan Aksi Buyback Saham, Ini Alasannya!

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Cairkan Dividen Interim Rp9,3 Triliun untuk Pemegang Saham

|Baca juga: Purbaya Beberkan 3 Mesin Utama RI untuk Capai Visi Indonesia Emas 2045

Imbauan tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan Jepang–China sejak 7 November 2025. Saat itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memperingatkan potensi ancaman terhadap keamanan nasional Jepang jika terjadi serangan militer China ke Taiwan.

Pernyataan tersebut direspons Kementerian Luar Negeri China dengan mengeluarkan imbauan keselamatan agar warganya menunda kunjungan ke Jepang.

Meski dibayangi dua sentimen negatif tersebut, namun JAL tetap optimistis kinerja penjualan tiket masih terjaga, terutama dengan dukungan penyelenggaraan Travel Fair 2026. Optimisme ini juga ditopang oleh tren positif kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang.

Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat, jumlah wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Jepang sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 558.900 orang, tumbuh 26,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Medix Hadirkan Aplikasi Berbasis AI untuk Tekan Biaya Klaim dan Tingkatkan Layanan Kesehatan di Indonesia
Next Post Gita Wirjawan Yakin Danantara Bakal Jadi Magnet di WEF 2026

Member Login

or