1
1

Konflik Timur Tengah Berpotensi Tekan Kredit, OJK Ingatkan Risiko ke Daya Beli dan NPL

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan potensi rambatan risiko dari konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik yang dapat berujung pada tekanan di sektor perbankan, terutama dari sisi kredit dan daya beli masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut meski dampaknya tidak dirasakan secara langsung, namun eskalasi konflik global tetap membawa konsekuensi bagi Indonesia sebagai negara dengan sistem ekonomi terbuka.

“Yang paling perlu kita perhatikan adalah sistem perekonomian yang terbuka dewasa itu tentu menjadikan kondisi ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi situasi dan ketidakpastian yang terjadi secara global dan kita tahu persis bahwa konflik ini berdampak signifikan terhadap geopolitik dan geoekonomi secara global,” tegas Dian, dalam RDKB OJK, Senin, 6 April 2026.

|Baca juga: Harga Saham Melejit dalam 2 Bulan, OJK Diminta Selidiki Dugaan Permainan Saham Gorengan!

|Baca juga: Asrinda Re-Brokers Angkat Daya Wulandari Jadi Direktur Operasional

Salah satu risiko utama yang disoroti adalah potensi lonjakan harga energi akibat gangguan jalur distribusi global, termasuk kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi di dalam negeri.

Dampaknya, sektor-sektor yang bergantung pada energi dan logistik seperti transportasi dan manufaktur berpotensi mengalami tekanan, termasuk industri yang masih mengandalkan bahan baku impor.

Tekanan biaya tersebut juga berisiko menekan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah, khususnya pada segmen UMKM dan konsumsi yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Dalam kondisi tersebut, perbankan diperkirakan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

|Baca juga: Eskalasi Iran vs AS-Israel Berpotensi Menjalar ke Industri Keuangan RI, Bos OJK Kasih Warning Ini!

|Baca juga: OJK Ungkap 8 Program Prioritas untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Dorong Ekonomi Nasional

“Dan dalam kondisi tersebut bank juga cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit sehingga dapat memengaruhi dinamika pertumbuhan kredit ke depannya,” jelas Dian.

Meski demikian, OJK memastikan dampak konflik tersebut belum memberikan tekanan langsung terhadap kondisi perbankan nasional, termasuk dari sisi permodalan. “Nah namun demikian tentu di tengah berbagai risiko yang berasal dari dinamika global tersebut sebenarnya ketahanan perbankan Indonesia itu tergolong sangat kuat,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, APBN 2026 Tetap Terjaga!
Next Post OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!

Member Login

or