Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri terus memperkuat layanan keuangan digital yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah yang belum terlayani kantor cabang. Hal itu dilakukan dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan.
Melalui ekosistem Mandiri Agen, bank bersandi saham BMRI ini menghadirkan sinergi yang terintegrasi antara layanan perbankan, teknologi digital, dan pemberdayaan masyarakat guna mempercepat inklusi keuangan nasional secara berkelanjutan.
|Baca juga: Bank Mega Syariah Dukung METRO Festive Raya 2026 Demi Manjakan Nasabah Tajir
Mandiri Agen merupakan layanan perbankan tanpa kantor dari Bank Mandiri yang bekerja sama dengan pelaku UMKM, untuk melayani berbagai transaksi perbankan dan layanan keuangan lainnya.
Kehadiran Mandiri Agen menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Mandiri Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai tagihan. Selain itu, tersedia pula layanan pembukaan rekening tabungan serta akses informasi dan rujukan untuk kredit produktif segmen mikro.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari menyatakan Mandiri Agen hadir sebagai garda terdepan dalam memperluas akses keuangan, sekaligus menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi produktif pada masyarakat.
|Baca juga: Pemerintah Ubah Fokus Kebijakan dari Inklusi Jadi Mencapai Kesejahteraan Keuangan Masyarakat
|Baca juga: UMKM Sumbang 60% PDB, Pemerintah Genjot Pembiayaan dan Digitalisasi Usaha Rakyat
Dengan menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, aman, dan andal, bank berlogo pita emas ini memastikan setiap lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang.
Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan kemandirian ekonomi dan pembangunan dari desa sebagai fondasi pertumbuhan nasional.
Saptari menjelaskan Mandiri Agen merupakan strategi utama dalam memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang. Menurutnya, penguatan peran agen menjadi bagian dari transformasi digital Bank Mandiri Dalam membangun keunggulan yang berkelanjutan melalui sinergi ekosistem layanan yang semakin solid.
Ia menegaskan Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat BMRI bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Pada awal 2026, seluruh indikator kinerja utama mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen yang semakin merata hingga pelosok Indonesia,” ujar Saptari, dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Maret 2026.
|Baca juga: UMKM Sumbang 60% PDB, Pemerintah Genjot Pembiayaan dan Digitalisasi Usaha Rakyat
|Baca juga: AAUI: Konflik Timur Tengah akan Memengaruhi Underwriting hingga Penyesuaian Premi Asuransi
Penguatan layanan tercermin dari pertumbuhan jumlah agen yang naik 12 persen secara tahunan (YoY) hingga Januari 2026 sejumlah 112.650 Mandiri Agen. Pertumbuhan ini diiringi akselerasi adopsi digitalisasi melalui aplikasi Mandiri Agen dengan jumlah pengguna aktif meningkat 28 persen YoY menjadi 81.000 agen di awal tahun ini.
Aplikasi mandiri agen memiliki fitur transaksi yang lebih lengkap serta waktu proses yang lebih cepat daripada EDC Mini ATM, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. Capaian tersebut menegaskan konsistensi Bank Mandiri dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhadap Mandiri Agen juga tercermin dari peningkatan frekuensi dan nilai transaksi. Pada bulan pertama 2026, frekuensi transaksi Mandiri Agen meningkat 44 persen YoY menjadi 2,34 juta, sementara nilai transaksi tumbuh 89 persen hingga melampaui Rp3,5 triliun.
Lebih lanjut, Mandiri Agen turut berkontribusi nyata terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional. Hingga Januari 2026, Mandiri Agen telah memiliki 3,4 juta nasabah dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp22,9 triliun. Capaian ini mempertegas peran strategis Mandiri Agen dalam memperluas basis nasabah.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi dalam ekosistem layanannya guna menciptakan keunggulan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi aktif dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Mandiri Agen diharapkan semakin optimal dalam menghadirkan akses keuangan yang inklusif, mendorong pemerataan ekonomi, serta menciptakan nilai tumbuh yang nyata bagi masyarakat Indonesia hingga ke pelosok negeri.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
