Media Asuransi, JAKARTA – Malayan Banking Berhad (Maybank Group) baru-baru ini meluncurkan strategi lima tahun terbarunya hingga 2030, ROAR30. Melalui strategi ROAR30, Maybank Group menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan sasaran return on equity (ROE) sebesar 13-14 persen pada 2030.
Strategi ROAR30 ini dibangun di atas tiga pilar utama untuk memperkukuh komitmen Maybank Group, Humanising Financial Services, melalui layanan perbankan yang berlandaskan nilai, mengembangkan bisnis berskala besar untuk memperkuat posisi kepemimpinan Maybank Group di industri, serta memperkokoh landasan strategis berkelanjutan perusahaan agar Maybank Group tetap tangguh di masa depan.
Sebagai pilar pertama sekaligus inti dari strategi ROAR30, komitmen Humanising Financial Services dibangun di atas layanan yang berlandaskan nilai-nilai. Pilar ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menghadirkan pengalaman unggul bagi nasabah, menciptakan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi riil.
|Baca juga:Maybank Indonesia (BNII) Bidik Kredit Tumbuh 10% di 2026
Seiring dengan pertumbuhan segmen wealth, ditambah dengan aliran perdagangan dan investasi yang masuk ke kawasan ASEAN, serta meningkatnya permintaan global terhadap Keuangan berbasis Syariah, Maybank Group akan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki di kawasan ini dan potensi pasar yang tersedia.
Berangkat dari latar belakang tersebut, maka pilar strategis kedua difokuskan pada pengembangan empat lini bisnis berskala besar, yaitu: 1) institusi keuangan syariah global, 2) Manajemen kekayaan (wealth management) regional, 3) bank transaksi dan pembayaran regional, 4) bank korporasi dan investasi regional.
Pilar ketiga, yaitu membangun Maybank Group agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang, bertujuan untuk semakin memperkuat landasan strategis bank dengan fokus pada tiga area inti, di antaranya untuk membangun tenaga kerja, budaya, dan organisasi berkualitas, memanfaatkan potensi penuh teknologi, data, dan kecerdasan buatan (AI), serta mengoptimalkan produktivitas dan alokasi modal untuk memacu kinerja perusahaan.
|Baca juga: Maybank Indonesia Beberkan Jurus Tetap Tangguh di Tengah Ketatnya Persaingan Perbankan Digital
Melalui strategi ROAR30, Maybank Group menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan sasaran ROE sebesar 13-14 persen pada 2030. Selain itu, Maybank Group juga menargetkan peningkatan sejumlah indikator kinerja utama lainnya, yakni net interest margin (NIM) di atas 2,05 persen, rasio biaya terhadap pendapatan (cost–to–income ratio/CIR) sebesar 47 persen atau lebih rendah, serta rasio CASA di atas 41 persen.
President & Group CEO Maybank, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, menyampaikan bahwa strategi ROAR30 merupakan bagian penting dalam memperkuat kapabilitas dan kinerja Maybank Group. Tujuannya agar dapat melayani nasabah serta seluruh pemangku kepentingan dengan lebih optimal, tidak hanya hingga 2030 tetapi juga setelahnya.
|Baca juga:4 Direksi JTrust Bank (BCIC) Kompak Tambah Porsi Saham BCIC, Ini Rinciannya!
“Seiring dengan selesainya strategi M25+, strategi lima tahun ke depan ini semakin menegaskan tujuan Maybank Group dengan fokus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui peningkatan ROE yang berkelanjutan. Melalui strategi ROAR30, kini Maybank Group memasuki fase percepatan pertumbuhan dengan membangun bisnis berskala besar untuk memaksimalkan peran bank di pasar ASEAN yang kian signifikan,” kata Dato’ Sri dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 29 Januari 2026.
Dia tambahkan bahwa bertumpu pada rekam jejak yang telah teruji, kami melihat Malaysia, Indonesia, dan Singapura sebagai pasar utama yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan dan profitabilitas, didukung oleh keunggulan penawaran yang dimiliki masing-masing pasar. “Di luar pasar utama, kami akan menghubungkan rekam jejak regional kami melalui strategi jaringan yang terpadu untuk mendukung nasabah di manapun mereka berada,” tuturnya.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
