Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) atau Maybank Indonesia optimistis penyaluran kredit akan kembali tumbuh positif pada 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit berada di kisaran 9–10 persen atau di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan target tersebut sejalan dengan strategi bisnis perseroan yang tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, meski dinamika ekonomi membuat nasabah cenderung lebih berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas kredit.
“Tentunya (kredit) kami akan di atas economic growth, kurang lebih sekitar 9-10 persen. Itu adalah target pertumbuhannya,” kata Steffano, di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Merujuk laporan keuangan bulanan Maybank Indonesia, total kredit dan pembiayaan syariah yang disalurkan per November 2025 tercatat sebesar Rp107,83 triliun. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan posisi November 2024 yang mencapai Rp111,70 triliun.
Meski demikian, Steffano menilai, penyaluran kredit sepanjang 2025 masih relatif stabil. Menurutnya, penurunan lebih disebabkan oleh sikap kehati-hatian nasabah dalam menggunakan plafon kredit yang tersedia.
|Baca juga: Bank KB Indonesia (BBKP) Batalkan Pelaksanaan RUPSLB, Ada Apa!
|Baca juga: Gerak Saham Alami Volatilitas, Manajemen Asuransi Harta Aman (AHAP) Berikan Tanggapan!
|Baca juga: Berikut Sosok Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Raharja yang Baru!
“Banyak nasabah yang lebih hati-hati menggunakan fasilitasnya. Karena fasilitas kan dipakai berdasarkan kebutuhan, kalau ada kebutuhan baru dipakai,” jelas Steffano.
Sepanjang 2025, penggunaan plafon kredit Maybank Indonesia berada di kisaran 50–60 persen. Ke depan, perseroan berharap aktivitas kredit kembali meningkat seiring membaiknya kepercayaan pelaku usaha.
Dalam penyaluran kredit, Maybank Indonesia tetap menempatkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai fokus utama. Steffano menegaskan UMKM memiliki peran strategis bagi kinerja bank sekaligus perekonomian nasional.
“UMKM akan selalu menjadi tulang punggung dari Maybank Indonesia, dan menjadi fokus utama dari bisnis. Dan kita tahu persis bahwa UMKM Indonesia ini selalu menjadi fondasi dari pertumbuhan ekonomi kita,” terangnya.
Lebih lanjut, Steffano menilai, berbagai kebijakan dan program pemerintah telah membantu menjaga keberlanjutan sektor UMKM. Dengan dukungan tersebut, ia optimistis, kinerja UMKM pada 2026 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
