1
1

Menavigasi Ketidakpastian Global dan Peluang Investasi Domestik dengan Bank DBS Indonesia

Gedung Bank DBS Indonesia | Foto: Bank DBS

Media Asuransi, JAKARTA – Bank DBS Indonesia menggelar acara bertajuk “Unlocking Indonesia’s Wealth Potential: DBS Guides Through Indonesia’s Resilient Economy with Unparalleled Wealth Insights and Tailored Solutions”.  Hal ini dipicu oleh berbagai kebijakan perekonomian global serta faktor geopolitik yang memengaruhi kondisi pasar.

Dengan lonjakan investasi di sektor teknologi, termasuk AI, muncul potensi risiko yang perlu diperhatikan. Jika ekspektasi pertumbuhan terlalu tinggi dibandingkan fundamental bisnis, beberapa segmen pasar berisiko membentuk ‘gelembung AI’.

Kondisi ini menuntut investor untuk menyesuaikan strategi, dengan menempatkan perhatian pada perusahaan yang mampu mengadaptasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan nilai operasional, ketimbang sekadar berfokus pada pemain AI murni (pure-play).

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Channeling ke Kredivo Menjadi Rp3 Triliun

Meski menghadapi kompleksitas dinamika global, peluang pertumbuhan tetap muncul secara selektif di sejumlah kawasan. Asia diproyeksikan kembali mencatatkan momentum pertumbuhan seiring meredanya ketidakpastian perdagangan.

Kekuatan perdagangan intra-regional dan kemampuan adaptasi menjadi penopang utama bagi keberlanjutan pertumbuhan di kawasan ini, memberikan peluang bagi investor yang mampu menempatkan portofolio secara strategis.

|Baca juga:Konglomerat Edwin Soeryadjaya Borong Saham Saratoga (SRTG), Ini Rinciannya!

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia tetap menunjukkan fundamental ekonomi yang relatif kuat, sehingga menghadirkan peluang bagi investor untuk tetap mengelola portofolio secara terukur.

|Baca juga: Bank DBS Indonesia dan Zhongce Rubber Kerja Sama Pembiayaan Sindikasi dan Pendanaan Lintas Negara

Permintaan domestik yang kuat terus menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas dan aktivitas ekonomi. Dari sisi fiskal, konsolidasi yang berkelanjutan turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dalam jangka menengah.

Bagi investor, menurut Indonesia’s Head of Research, DBS Group Research William Simadiputra, kondisi ini membuka peluang pada sektor-sektor yang ditopang oleh konsumsi domestik, termasuk ritel dan e-commerce, seiring dengan meningkatnya adopsi digital masyarakat.

‘’Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor energi terbarukan, juga menghadirkan peluang investasi jangka panjang yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.

Di luar faktor domestik, daya tarik investasi Indonesia juga ditopang oleh posisinya dalam lanskap ekonomi regional dan global. Posisi strategis Indonesia serta perannya dalam kerja sama regional, seperti ASEAN, memungkinkan diversifikasi arus perdagangan dan investasi, sehingga membantu meredam sebagian risiko eksternal.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos AAUI: Peningkatan Limit Investasi Saham di Pasar Modal Perlu Disikapi secara Prudent
Next Post IHSG Sesi I Melemah Tipis

Member Login

or