Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat total Dana Pihak Ketiga (DPK) per Desember 2025 tumbuh 10,2 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp1.249 triliun. Sedangkan total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17 persen YoY mencapai 42 miliar.
Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen YoY. Pendapatan bunga bersih BCA tumbuh 4,1 persen YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen YoY.
Secara total, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebutkan, pendapatan operasional BCA naik 5,4 persen YoY. Sementara rasio Cost to Income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9 persen YoY menjadi Rp57,5 triliun.
“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat,” kata Hendra, dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
|Baca juga: Bos BTN (BBTN) Harap Aset BSN Tembus Rp130,8 Triliun di 2030
|Baca juga: BNI (BBNI) Siap Tancap Gas Dukung Program Prioritas Pemerintah, Ini yang Sudah Dilakukan
|Baca juga: Taspen Salurkan Manfaat JKK Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Ia menambahkan BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas.
Terkini, myBCA dapat diakses di smartwatch berbasis WearOS dan Apple. myBCA juga sudah dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin, dan poket rupiah yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk mengelola berbagai kebutuhan dalam satu rekening.
“Kami juga mengimplementasikan penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional,” kata Hendra Lembong.
Di sisi lain, Bakti BCA berkolaborasi dengan TNI hadir di titik-titik terdampak bencana Sumatra, menyalurkan bantuan kemanusiaan, membangun infrastruktur sumur air bersih serta sarana MCK untuk mendukung pemulihan usai bencana Sumatra.
|Baca juga: Rapat Komisi XI DPR Tetapkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
|Baca juga: Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Berikut Profil Thomas Djiwandono
|Baca juga: Bos BTN (BBTN): Perbankan Punya Peran Strategis Dukung Program 3 Juta Rumah di 2026
Pada sektor pendidikan, BCA sudah menyalurkan beasiswa untuk 8.500 pelajar hingga 2025. BCA Berbagi Ilmu telah diikuti lebih dari 16 ribu peserta hingga tahun lalu. Mendukung upaya pemerintah menghapus stunting, BCA mendukung program BKKBN untuk tahun ketiga bernilai total US$1 juta.
Per Desember 2025, sebanyak 61 UMKM binaan Bakti BCA memiliki kesepakatan dan potensi ekspor senilai Rp261 miliar dari business matching yang difasilitasi perseroan. Pendapatan Desa Bakti BCA dari perluasan akses pasar mencapai Rp5,2 miliar hingga 2025.
Pada sektor lingkungan, sampai 2025 Bakti BCA merestorasi 11 titik mata air dan menanam lebih dari 242.000 bibit pohon di wilayah Indonesia. Sekitar 63 ribu anak penyu telah dilepaskan dari penangkaran, dan 57 orangutan direhabilitasi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
