1
1

OCBC (NISP) Bidik Kredit Valas Tumbuh High Single Digit di 2026

Jajaran Direksi PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) usai Paparan Publik RUPST OCBC 2026. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC mencatat komposisi kredit valas selama 2-3 tahun terakhir mengalami banyak penurunan. Meski demikian, pada tahun ini penyaluran kredit valas terus digenjot dengan berbagai macam strategi di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Komposisi kredit valas kita selama 2-3 tahun terakhir sudah banyak penurunan. Karena banyak sekali korporasi yang lebih memilih untuk meminjam dalam bentuk rupiah,” kata Direktur OCBC NISP Martin Widjaja, dalam konferensi pers usai RUPST 2026 OCBC, di OCBC Tower, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

|Baca juga: OCBC (NISP) Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Siap Buyback Saham

|Baca juga: Allianz Syariah Komitmen Hadirkan Perlindungan Inklusif untuk Keluarga Indonesia

Meski dolar Amerika Serikat (US$) sempat menguat dalam beberapa waktu terakhir, namun dirinya melihat volatilitas yang terjadi mulai terjaga sekarang ini. Kondisi itu diharapkan berdampak positif terhadap kinerja penyaluran kredit valas di sepanjang tahun.

“Jadi dari sisi portofolio, exposure terhadap volatilitas US$ itu sudah sangat terjaga hari ini. Bukan berarti kredit valas tidak akan tumbuh. Ada beberapa sektor yang memang basis income-nya untuk ekspor, mereka akan tetap meminjam dalam bentuk US$ atau mata uang asing lainnya, tapi memang US$ yang paling banyak,” jelasnya.

|Baca juga: Biaya Penyakit Katastropik Meroket, BPJS Kesehatan Mulai Kewalahan?

|Baca juga: 99,3% Tercakup JKN, tapi 58 Juta Peserta BPJS Kesehatan Berstatus Tidak Aktif, Ada Apa?

Dalam bentuk perlindungan, dirinya menilai, biasanya mekanisme hedging dilakukan untuk mengurangi efek volatilitas. “Instrumen-instrumen yang dipakai juga seperti yang bisa dipakai selama ini, forward, cross currency swap, interest rate swap, semua dilakukan jauh lebih disiplin untuk menjaga volatilitas tersebut,” tukasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, secara portofolio, OCBC NISP cukup nyaman dengan aktivitas hedging yang dilakukan. “Meskipun masih sangat awal, di awal tahun. Pertumbuhannya (kredit valas) kita akan expect mungkin high single digit dari beberapa sektor yang memang membutuhkan kredit dalam bentuk valas,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Data Backlog Perumahan Tak Jelas, Bos BTN (BBTN): Tanpa by Name by Address Sulit Diselesaikan
Next Post BTN Siapkan KPR Bundling, Nasabah Bisa Kredit Rumah Sekaligus Isi Rumah dan Kendaraan Listrik

Member Login

or