Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp5,1 triliun di 2025 atau tumbuh empat persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 10 persen menjadi Rp13,1 triliun.
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja menyampaikan OCBC tetap fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang prudent. Sepanjang 2025, tambahnya, OCBC tetap mampu menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika makroekonomi.
“Penguatan dana pihak ketiga dan kualitas aset yang terjaga menjadi fondasi utama dalam memperkuat keberlanjutan kinerja OCBC ke depan,” ujar Parwati, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit tumbuh dua persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp173,4 triliun dengan kualitas kredit yang tetap terjaga baik, tercermin dari rasio NPL Gross terkendali di level 1,9 persen. Rasio pencadangan NPL yang memadai sebesar 226,0 persen.
|Baca juga: Dicecar Akibat Saham Berfluktuasi, Manajemen Batavia Prosperindo (BPII) Buka Suara
|Baca juga: Pendapatan Jasa Asuransi Lippo General Insurance (LPGI) Naik 21% hingga Kuartal III/2025
|Baca juga: OJK Harap GRHA AAJI Lahirkan SDM Kompeten hingga Adaptif terhadap Perubahan
Sementara itu, kondisi likuiditas OCBC tetap berada pada posisi yang baik, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 240,9 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 18 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp243,5 triliun.
Kenaikan DPK terutama ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,1 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0 persen dibandingkan dengan 55,3 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (CAR) meningkat menjadi 24,5 persen dari 23,6 persen pada tahun sebelumnya, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.
|Baca juga: Oona Insurance (ABDA) Umumkan Pergantian Sekretaris Perusahaan Baru, Siapa Dia?
|Baca juga: Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat, Berikut Faktor Penyebabnya!
|Baca juga: DPR Minta Publik dan Pelaku Pasar Bersikap Proporsional Respons Pergantian Deputi Gubernur BI
Dalam aspek akselerasi transformasi digital, OCBC terus mencatatkan perkembangan yang positif. Sepanjang 2025, total volume transaksi digital tumbuh sebesar 46 persen secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13 persen secara tahunan.
Kemudian, terdapat pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19 persen secara tahunan. Sedangkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama 2025.
“Penguatan kapabilitas digital ini sejalan dengan upaya OCBC untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, memperluas jangkauan layanan perbankan, serta mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
