Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mencatat kredit perbankan pada November 2025 tumbuh 7,74 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.315 triliun.
Dian mengatakan kinerja intermediasi perbankan pada akhir 2025 tetap stabil dengan risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai. “Kinerja intermediasi perbankan menunjukkan kinerja stabil dengan profil risiko terjaga dan likuiditas di level yang memadai. Pada November 2025 kredit tumbuh 7,74 persen yoy,” kata Dian, dalam RDKB OJK, Jumat, 9 Januari 2026.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98 persen yoy. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen yoy dan kredit modal kerja tumbuh 2,04 persen yoy. Dari sisi kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 12 persen yoy. Adapun kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mengalami kontraksi.
|Baca juga: Bank KB Indonesia (BBKP) Batalkan Pelaksanaan RUPSLB, Ada Apa!
|Baca juga: Presiden Direktur Mundur, Bank Woori Saudara segera Gelar RUPSLB
|Baca juga: Saham Asuransi Bintang (ASBI) Bergejolak, Manajemen Ungkap Fakta Ini!
Pada sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada November 2025 tumbuh 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober 2025 yang tumbuh 11,48 persen yoy.
Likuiditas perbankan juga tetap berada pada level memadai. Rasio alat likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 131,49 persen dan rasio alat likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 29,67 persen. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 210,38 persen.
Kualitas kredit perbankan tercatat tetap terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross berada di level 2,21 persen, dengan NPL net sebesar 0,86 persen. Adapun Loan at Risk (LAR) tercatat sebesar 9,22 persen. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 26,05 persen.
“Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global,” pungkas Dian.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
