1
1

Pelemahan Daya Beli Tidak Berdampak Signifikan terhadap Bisnis Permata Bank (BNLI)

Gedung Permata Bank. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – Pelemahan daya beli masyarakat dinilai belum memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja PT Bank Permata Tbk (BNLI). Meski demikian, diharapkan pelemahan daya beli bisa dipulihkan di masa mendatang.

Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto menilai karakteristik nasabah yang didominasi segmen menengah ke atas membuat dampak perlambatan konsumsi relatif terbatas dibandingkan dengan kondisi masyarakat secara umum.

“Kalau untuk pelemahan daya beli di masyarakat, karena segmen kami itu relatively menengah ke atas, itu kami less impacted lah ya, ketimbang untuk secara general yang ada di masyarakat,” ujar Haryanto, di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

“Jadi tergantung dari masing-masing segmen, karena ini segmennya abroad ya, karena kami menengah ke atas itu masih less impacted. Walaupun ada, ada dampaknya tapi less impacted,” tambahnya.

|Baca juga: Alamtri Resmi (ADRO) Alihkan 1,36 Miliar Saham Hasil Buyback, Ini Dampaknya!

|Baca juga: Woori Finance (BPFI) Rombak Jajaran Bos, Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Barunya!

|Baca juga: Ramai Isu Tender Offer, MNC Energy (IATA) Pastikan KPI Bukan Pengendali Baru

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perubahan perilaku ekonomi masyarakat pada akhir 2025, di mana porsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan meningkat, sementara konsumsi menurun. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian masyarakat dalam membelanjakan pendapatan dan berpotensi menekan pertumbuhan kredit konsumsi perbankan.

Di tengah kondisi tersebut, Permata Bank tetap mencatatkan kinerja positif. Hingga kuartal III/2025, laba bersih perseroan mencapai Rp2,9 triliun atau tumbuh 3,5 persen secara tahunan. Laba bersih sebelum pencadangan tercatat meningkat 4,9 persen yoy menjadi Rp5,0 triliun hingga September 2025.

Dari sisi bisnis, Permata Bank juga mencatatkan rerata pertumbuhan segmen nasabah prioritas atau wealth management sekitar 10 persen per tahun. Dalam empat hingga lima tahun terakhir, jumlah nasabah yang memiliki produk wealth meningkat sekitar 4-5 persen setiap tahunnya.

Terkait rincian kinerja segmen consumer dan EBB mortgage, Haryanto menyatakan, data tersebut mengacu pada informasi yang telah dipublikasikan secara resmi oleh perseroan. “Untuk data beda-beda nih, jadi untuk konsumer dan EBB Mortgage itu saya rasa nanti mengikuti public information yang saya sebutkan,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat
Next Post Bidik Lonjakan Transaksi Kartu Kredit 20%, Permata Bank (BNLI) Gandeng Japan Airlines Gelar Travel Fair 2026

Member Login

or