1
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇨🇳 中文 (简体)
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇹🇭 ภาษาไทย
🇻🇳 Tiếng Việt
1

Perkuat Ekosistem Pembayaran Global, Livin’ by Mandiri Kini Bisa Digunakan di Korea Selatan

Bank Mandiri menghadirkan fitur QR Antar Negara pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini dapat digunakan di Korea Selatan. | Foto: Bank Mandiri

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi digital nasional. Hal itu melalui penguatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara.

Sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam memperluas akseptasi dan interkoneksi pembayaran digital lintas negara, bank berkode emiten BMRI ini menghadirkan fitur QR Antar Negara pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini dapat digunakan di Korea Selatan.

SVP Digital Retail Banking Group Bank Mandiri Yanto Masyap menyatakan langkah ini menjadi wujud sinergi yang terintegritas antara industri keuangan dan regulator dalam membangun sistem pembayaran yang terkoneksi secara global.

|Baca juga: Konflik Timur Tengah Hantam Rantai Pasok dan Biaya Operasional, Industri Asuransi Siaga Penuh!

|Baca juga: BI: 2025 Tahun sulit, tapi Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5,11%

“Sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam mendukung upaya pemerintah dalam penguatan kedaulatan ekonomi digital ekonomi digital dan daya saing nasional,” kata Yanto, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 9 April 2026.

Melalui fitur ini, nasabah dapat melakukan transaksi di berbagai merchant di Korea Selatan hanya dengan memindai QR berstandar QRIS tanpa perlu menukar uang tunai. Cukup dengan melakukan scan QR merchant berlogo SeoulPay, transaksi dapat diselesaikan secara real-time.

Kehadiran layanan ini memperkuat sinergi ekosistem layanan lintas negara yang semakin seamless, sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, aman, dan efisien bagi nasabah di luar negeri.

|Baca juga: Jajaran Direksi CIMB Niaga (BNGA) Kompak Borong Saham Perusahaan, Apa Tujuannya?

|Baca juga: Prudential Indonesia Perkuat Keagenan dan Bancassurance Dorong Pertumbuhan Premi di 2026

Pengembangan ini juga wujud keunggulan yang berkelanjutan dari Livin’ by Mandiri sebagai platform digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan nasabah. Sebelumnya, layanan QR Antar Negara telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam memperluas konektivitas global.

“Melalui pengembangan fitur ini, kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan nyaman di berbagai destinasi internasional. Kehadiran QR Antar Negara di Korea Selatan juga memperluas akses penggunaan QRIS, sehingga kebutuhan transaksi harian seperti kuliner dan belanja dapat dilakukan secara praktis,” ujarnya.

Selain kemudahan pembayaran, Livin’ by Mandiri juga menghadirkan fleksibilitas sumber dana, mulai dari rekening tabungan hingga kartu kredit Mandiri. Hal ini memberikan kontrol lebih bagi nasabah dalam mengelola keuangan selama berada di luar negeri.

“Sekaligus menciptakan nilai tumbuh kepada masyarakat melalui peningkatan inklusi dan literasi keuangan digital,” ucapnya.

|Baca juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Allianz Indonesia Hadirkan Inisiatif Wellbeing

|Baca juga: Dana Pensiun Mulai Terapkan Life Cycle Fund, OJK Soroti Tantangan Berikut!

Untuk melengkapi kebutuhan finansial, bank berlogo pita emas ini turut menyediakan layanan pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang won (KRW) yang dapat terhubung dengan Mandiri Debit. Nasabah dapat melakukan tarik tunai di ATM berlogo Visa di seluruh Korea Selatan tanpa konversi kurs.

Hingga Februari 2026, Livin’ by Mandiri mencatatkan kinerja dengan lebih dari 38,5 juta pengguna dan total nilai transaksi Rp802 triliun. Adopsi QRIS terus meningkat, tercermin dari pengguna fitur QR Bayar yang mencapai 9,2 juta atau tumbuh 23 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi naik 43 persen menjadi Rp38,9 triliun.

Sementara layanan QR Antar Negara menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif, dengan jumlah pengguna meningkat 23 persen YoY menjadi 13 ribu dan nilai transaksi melonjak 52 persen YoY hingga Rp37,4 miliar. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan solusi pembayaran lintas negara yang praktis dan terintegrasi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Melemah di Tengah Ketidakpastian Situasi Timur Tengah
Next Post Direktur BCA Berbagi Ilmu di Binus University

Member Login

or